Kegiatan symposium Nasional matan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Akmal pada tanggal 22 Desember 2021. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 150 peserta MATAN dari seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan acara Muktamar NU ke-34 di Lampung. Kegiatan dimulai dari pembukaan di sampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat MATAN yakni KH. Dr. Hasan Habibie, M. Si dan selanjutnya sambutan PW Matan Lampung Gus Jafar Sadiq, S. Pd dan dilanjutkan diskusi.

Dalam acara Symposium Nasional bersamaan dengan silatnas MATAN Indonesia yang mengusung tema besar Revolusi Industrial, Sosiety 5.0 dan Tasawuf : Positioning Matan Jelang 100 tahun NU. Menarik, disukusi transformatif dunia keilmuan ilmiah dan tasawuf serta hubungan terhadap realitas yang berkembang di masyarakat.

Dalam diskusi kali ini, disampaikan oleh tiga narasumber yaitu Kyai Mustafid, S. Fil “PPM. Aswaja Nusantara & PW Matan DIY), Gus Abdur Rosyid, S. Pd. M. Tespol (Sekjen PP Matan), serta KH. Ahmad Nafi’, S. Tp, M. Tp (Dosen Teknologi Pertanian UNEJ & Mursyid Thariqoh Naqsyabandiyah Qodiriyah).

Ketua Umum Matan

Transportasi digital 5.0 menjadi tantangan baru serta sebuah kesempatan yang besar untuk mengembangkan MATAN di Kalangan Muda. Tentu hal tarsebut, ditandai oleh perubahan zaman, teknologi serta ilmu pengetahuan yang sangat pesat. KH Ahmad Nafi’ menjelaskan “Mudahnya menjadikan pemuda melinial untuk bertasawuf, bukan justru menjadi sulit”. Kemudian Kyai Mustafid menambahkan ” Positioning pemuda untuk mengadapi perkembangan keilmuan di era 5.0, seperti penemuan-penemuan yang terbaru di era sekarang”. Selanjutnya, pentingnya bertafaqur terhadap penemuan-penemuan baru.

Perkembangan keilmuan, digitalisasi, dan Transformasi teknologi harus di tanggapi oleh MATAN. Hal tersebutlah juga yang nantinya dapat menjadi sebuah dasar dalam pengembangan matan Indonesia, baik dalam segi keilmuan, sepiritual dan nasional di masa depan. (Dani Habibi)

Share: