Silaturahim bagi sesama muslim merupakan perintah Allah swt. dan rasul-Nya. Allah swt. berfirman:

وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِ ۗ

Terjemah Kemenag 2002

“dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” (Q.S. al-Ra’d/ 13: 21)

Dalam tafsir lengkap Kemenag dijelaskan bawah Allah swt. menyifati ulul albab dari kalangan orang-orang yang beriman satu diantaranya adalah  mereka memelihara semua perintah Allah dan tidak melanggarnya, baik hak-hak Allah maupun hak-hak hamba-Nya, termasuk memelihara silaturrahim. Hubungan antara sesama manusia ialah menjalin hubungan tolong-menolong, menjalin cinta dan kasih-sayang, sebagaimana disebutkan dalam hadis:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَنْ اَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. (رواه الشيخان)

Dari Abi Hurairah r.a. bahwasanya ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa senang dilapangkan rezekinya dan selalu disebut-sebut kebaikannya, maka hendaklah pelihara hubungan silaturrahim.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Aplikasi pengamalan ayat Al-Qur’an dan hadis Rasul saw. tentang silaturahim yang kemudian dimanfaatkan  sebagai kegiatan akhir pekan oleh para kader MATAN Makassar untuk mendampingi Syaikh dan menjalin silaturahim dengan syeikh yang berada diluar kota Makassar, tepatnya di Tekolabbua Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Miftahul  Muin Kabupaten Maros.

Pertemuan yang begitu indah dan penuh keakraban dalam diskusi ringan antara Syeikh Dr. K. H. Baharuddin Abduh Al-Shafa, MA. dengan Syeikh K.H. Abd. Mun’im Rasyid. Kedua syeikh tersebut adalah dari tarekat yang sama, jalur tarekat Al-Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah.

Syeikh K. H. Mun’im menjelaskan:

Para masyaikh tarekat Al-Muhammadiyah dan ulama terdahulu di Sulawesi Selatan  yang menuntut ilmu di Makkah Al-Mukarramah, juga memeroleh ijazah tarekat dari Syeikh Sayyid Ahmad Al-Syarif Al-Sanusi. Satu diantaranya adalah Syeikh K. H. Syamsuddin (w. 1954) menimba ilmu 25 tahun di tanah suci Makkah. Setelah kembali ke Kabupaten Maros, Syeikh K. H. Syamsuddin membuka pondok pengajian kitab berhaluan faham Ahlus Sunnah wal Jamaah dan memberikan bimbingan perjalanan rohani kepada murid-muridnya. Pondok pengajian kitab yang telah dirintisnya, juga menjadi wadah silaturahim para pengaji Makkah, Syeikh K. H. Muhammad Tahir Imam Lapeo dan Syeikh K. H. Muhammad As’ad (pendiri pesantren As’adiyah) termasuk yang sering singgah bersilaturahim dengan Syeikh K. H. Syamsuddin.

Silaturahim kali ini merupakan undangan khsusus Syeikh Dr. K. H. Baharuddin AS., MA. kepada Syeikh K. H. Mun’im untuk hadir pada acara MILAD ke-2 Majelis Ikhwan Tarekat Al-Muhammadiyah Indonesia. Silaturahim yang dilaksanakan hari Sabtu, tanggal 09 Januari 2022, pukul 13.00 Wita. bagi para kader MATAN Makassar menjadi keberkahan dalam mengemban dakwah tarekat dan perjalanan spiritual. Melalui silaturahim tentu akan semakin menguatkan ikatan rohani antara kader MATAN dan para masyaikh.

(Hardianto)

Share: