MATAN

Pimpinan Pusat Matan sowan Rais Idaroh Wustho Jatman DKI Jakarta

Jakarta, Ahad 6 Agustus 2023. Gus Hasan Ketua Umum Matan Pusat, bersama Ketua Cabang Matan Jember periode 2013 – 2016 Dr Nurul Ghufron sowan kepada Rais Wustho (Ketua Wilayah) Jatman DKI Jakarta, KH Dr Hamdan Rasyid M.Ag.

Bertempat di Ponpes Baitul Hikmah Sawangan Depok, setelah isya’ ditengah kesibukan Kyai Hamdan, beliau menyempatkan diri menerima tamu rombongan pimpinan pusat matan. Sebagaimana dalam ajaran tarekat syadziliyah jika salah satu suluk nya adalah memperbanyak silaturrahim dengan orang -orang saleh, Gus Hasan dibersamai Pak Nurul Ghufron sampai di pesantren bada maghrib dan diterima oleh Gus Farda, salah satu pengasuh Ponpes Baitul Hikmah.

Diawali dengan makan malam bersama, ditutup dengan acara maulid dziba bersama para santri Baitul Hikmah Sawangan Depok. Dalam kesempatan Silaturrahim ini Kyai Hamdan Rasyid, mendoakan DR Nurul Ghufron agar lancar, berkah dan diberi keselamatan dalam mengemban amanah kerja.

Kesempatan silaturrahim ini bertepatan dengan kegiatan rutin malam senin santriwan santriwati Baitul Hikmah yaitu pembacaan Maulid Dziba yang dipimpin oleh Gus Farda. Ketua Umum Matan dan Pak Nurul Ghufron pun berkesempatan ngalap barokah maulid Nabi bersama sekitar 200 an santriwan dan santriwati baitul Hikmah, para santri yang sebagian besar berasal dari sekitar jakarta ini, begitu khidmat mengharap berkah dan syafaat Nabi Muhammad. Setelah Acara pembacaan maulid selesai, Pak Nurul ghufron berkesempatan menbagikan sedikit cerita dan pesan kepada para santri. Dalam pesannya beliau mengajak para santri untuk memperbanyak shalawat minimal 313 kali dalam satu hari, Agar semakin berkah dan semangat serta dipermudah dalam meraih kesuksesan, baik kesuksesan dunia dan akhirat.

“Tempat terbaik di dunia ini adalah tempat belajar ilmu, dalam rangka melawan kebodohan” tambah DR Nurul Ghufron, maka di tempat semacam inilah waktunya adik – adik ini serius dalam mengikuti aturan dan arahan dari pengasuh pesantren. “Yang terasa sakit dan susah ketika saat ini dijalani di pesantren, kita akan merasakan rasa bahagia, senang dan lucunya kelak ketika kita sudah dewasa” ucap beliau.

Semoga para santri disini adalah termasuk orang-orang yang mampu mentransfer pahala bagi orang tua di rumah, dan para santri disini mampu membanggakan orang tua, guru, serta Nabi Muhammad SAW, doa beliau yang diamini bersama para santri.

Bagikan:

Iklan