MATAN

Pelantikan Pengurus UKM MATAN UNSIQ, adakan seminar tasawuf

Wonosobo, MATAN – Pelantikan Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo di Aula Al-A’la Kampus UNSIQ Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Senin (6/3/2023) Legi.

Pelantikan dan Seminar Tasawuf Milenial ini mengangkat tema Mewujudkan Nilai-nilai Psikosufistik di Era Modernisme.

    Ketua UKM MATAN UNSIQ Wonosobo, Ahmad Aqif Syauqi, menyampaikan maksud dan tujuan dari tema yang diangkat adalah bagaimana perjalanan spiritualitas seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

    “Psikosufistik merupakan psikologi tasawuf yang menekankan spiritualitas seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Alloh,” katanya.

    Sementara itu, Presiden Mahasiswa UNSIQ, Bagus Adi Saputra mengatakan dalam sambutannya, pelantikan pengurus UKM MATAN adalah awal pergerakan untuk mengenalkan thoriqoh di kalangan mahasiswa sampai ke masyarakat.

    “Pelantikan UKM MATAN UNSIQ periode 2023/2024 yang diselenggarakan di Aula Al A’la ini adalah awal menuju pergerakan-pergerakan menunjang kegiatan positif dan bermanfaat, sehingga dengan kepengurusan ini diharapkan dapat memberikan dan mengenalkan apa itu thoriqoh di kalangan mahasiswa, sampai ke masyarakat,” paparnya.

      Pembina UKM MATAN UNSIQ Ali Mu’tafi, mengungkapkan akan selalu siap mengikuti dan diajak konsultasi,

      “Dengan acara apapun yang diagendakan oleh UKM MATAN pak Ali siap ndereaken dan siap diajak konsultasi,” jelasnya.

      Acara pelantikan yang dilanjutkan seminar tasawuf milenial dengan mengundang

      Habib Muhammad bin Al Muthohar dalam memberikan materinya, memaparkan bahwa tasawuf juga tidak terlepas dari kehidupan sosial.

      “Sucikan jiwa, tetap bersosial, adat istiadat adalah syariat,” ucap Ulama dari Mijen, Semarang.

      Dalam seminar ini juga dibuka tiga pertanyaan dan salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh audien atas nama Nur Jihad yang menanyakan “Apakah ada aliran atau macam gagasan dalam Tasawuf?”

        Pertanyaan ini dijawab oleh Habib Muhammad, sama halnya dengan thoriqoh, perjalanan untuk menuju Allah juga memiliki bercabang-cabang, tetapi bukan berati salah, dalam tasawufnya seorang sufi caranya juga berbeda-beda,

        “Contoh tasawuf ala Imam Nawawi, yaitu dengan tidak menikah sampai meninggal. Jika ditanya, karena ilmu bisa hilang karena wanita, cara tasawuf Imam Syuyuti menikah, dan ketika ditanya jawabannya ilmu bisa berkembang karena seorang wanita, dan jika ditelusuri semua benar karena dasarnya adalah Al-Quran dan Hadist,” ungkapnya.

        Penulis: Khoiri
        Editor: Arip Suprasetio

        Bagikan:

        Iklan