Ruas jalan dipenuhi dengan karangan bunga ucapan selamat MILAD KE-2 Majelis Ikhwan Tarekat Al-Muhammadiyah Indonesia. mulai dari Datuk Syeikh Haji Muhammad Fuad bin Kamaludin (Syeikh Asia Tenggara Tarekat Al-Muhammadiyah, Masyyakhah Tarekat Muhammadiyah Asia Tenggara, Rektor Universitas Hasanuddin, PW. IPIM SULSEL, MUI Kota Makassar, BAZNAS, PC NU Makassar, LDNU, LPBI NU, NU Care LAzis, PC. PERGUNU, Ketua AMK SULSEL, dan PD DMI Makassar.

MILAD ke-2 Tarekat Al-Muhammadiyah Indonesia merupakan serangkaian kegiatan tahunan untuk menguatkan silaturahim antar sesama pengamal tarekat Al-Muhammadiyah dalam menjalin silaturahim dengan seluruh masyaikh tarekat di Sulawesi Selatan, pemerintah, kepolisian, lingkup Kementrian Agama, kepolisian, dosen-dosen di perguruan Tinggi, pimpinan atau ketua organisasi, pengusaha, tokoh agama dan masyarakat Sulawesi Selatan. Momen kegiatan tertentu setiap tarekat menjadi wadah silaturahim antar sesama tarekat mu’tabarah, hal itu merupakan warisan para ulama ahli tarekat sebelumnya di Sulawesi Selatan, yang hingga saat ini terus dilestarikan sebagai wadah saling menguatkan dan mengemban misi dakwah tarekat mu’tabarah. Saat ini, lebih terorganisir melalu organisasi yang menghimpun seluruh pengamal tarekat untuk kalangan ulama dan usia dewasa adalah JATMAN, sedangkan bagi kalangan mahasiswa adalah MATAN.

Ruangan acara MILAD dipenuhi berbagai jamaah dan berbagai undangan sekitar 500 orang, jamaah yang hadir merupakan perwakilan jamaah (majelis) tiap daerah disekitar Sulawesi Selatan. Panitia acara menyelenggarakan MILAD mengikuti protokol kesehatan. Ahad, tanggal 30 Januari 2022 di Aula Yayasan Najdah Islamiyah, bertempat di Komplek Hasanuddin Jl. Tumanurung Kab. Gowa. Acara MILAD ke-2 diawali dengan pembacaan barzanji, Zikir Asma Al-Husna oleh majelis Taklim Riyadhul Jannah. Kemudian dilanjutkan dengan Zikir Kanz Sa’adah yang dipimpin oleh Drs. K. H. Masykur Yusuf, M.A. bersama dengan Majelis Ikhwan Kab. Wajo. Sebelum memasuki acara formal MILAD dihibur oleh tim Marawis Pondok Pesantren Ilmul Yaqin Kab. Maros. Dr. H. Muh. Yusuf, M. Pd. selaku ketua panitia menyampaikan kesyukuran dan terima kasih kepada seluruh dukungan dan bantuan dari berbagai pihak sehingga MILAD terselenggara secara sukses.

Ketua Majelis Ikhwan Indonesia Dr. K. H. Amirullah Amri, M.A. dalam sambutannya menegaskan bahwa tarekat Al-Muhammadiyah sengaja ditambahkan huruf “alif” dan “lam” sebagai pembeda dari ormas Muhammadiyah. Penisbahan nama tarekat kepada “Muhammadiyah” bukti yang menunjukkan bahwa tarekat ini asasnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.

Kegiatan MILAD ini juga dirangkaikan dengan Peresmian Yayasan Najdah Al-Islamiyah. Prof. K. H. Najamuddin AS., Lc., MA. Ph. D. (pendiri yayasan, ketua MUI dan rais Syuriah PW NU SULSEL, dan mustasyar Majelis Ikhwan Indonesia) menyampaikan bahwa Yayasan ini mengelola pembinaan tahfiz dan bahasa Arab. Yayasan Najdah berada ditengah kota Kab. Gowa, Komplek Hasanuddin Jl. Tumanurung B 22.

Acara kemudian dilanjutkan dengan  sambutan dari Syeikh Tarekat Al-Muhammadiyah Indonesia  dan juga Mustasyar PBNU, Dr. K. H. Baharuddin AS., MA. menyampaikan ucapan syukur dan penghargaan setinggi-tingginya kepadaSyeikh tarekat Muhammadiyah Asia Tenggara, Syaikh tarekat Khalwatiyah Syeikh Yusuf, Syaikh Khalwatiyah yusufiyah, Syaikh tarekat wal haqiqat Al-Muhammadiyah, syaikh Khalwatiyah Sammaniyah, Imam Besar Masjid Al-Markaz Al Islami dan juga dekan di UIN Alauddin Samata, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, MA. dan seluruh tamu istimewa, secara khusus kepada seluruh jamaah tarekat Al-Muhammadiyah.

Acara puncak kegiatan diisi dengan pidato MILAD oleh Prof. Dr. H. Abd. Kadir Ahmad, MS. APU. (Rais Mustasyar Majelis Ikhwan Indonesia). Dalam pidatonya disampaikan bahwa penyebar agama Islam di SULSEL adalah pengamal tarekat. Ulama-ulama terdahulu yang belajar di Makkah umumnya telah menerima ijazah tarekat Al-Muhammadiyah. Disebutkan pula salah satunya adalah jalur Tekolabbua Kab. Maros oleh Syeikh K. H. Syamsuddin yang saat ini dilanjutkan oleh K.H. Mun’im Abd. Rasyid. Dakwah tarekat haru terus digaungkan dan dimasyarakatkan, sebagaiman motto kami di JATMAN adalah “memasyarakatkan tarekat’, tutur Prof. Kadir yang juga Mudir JATMAN Idarah Wustha SULSEL.

Sesi akhir acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syeikh Sayyid Abd. Rahim Assegaf Puang Makka (Mustasyar PBNU, Rais Awal Idarah Aliyahh JATMAN, dan mursyid tarekat Khalwatiyah Syeikh Yusuf. Kehadiran masyaikh dan pengamal dari berbagai tarekat mu’tabarah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengemban dakwah Iman, Islam dan ihsan sesuai dengan warisan para ulama al-‘amilin.

Hardianto

Share: