BEING TOLERANT AND NATIONALIST SUFI IN INDONESIA

Jogjakarta – 17 Desember 2021

Sebagai bagian dari ikhtiyar memasyarakatkan tarekat dan taswuf, Matan Jogjakarta adakan kegiatan bedah tesis yang berjudul BEING TOLERANT AND NATIONALIST SUFI IN INDONESIA; A SOCIAL MOVEMENT STUDY OF JATMAN AND HABIB LUTHFI.

Bertempat di Kembang Sore sebuah kedai kopi di sekitar kampus UINSA Godean Jogjakarta, acara yang juga disiarkan via ruang virtual zoom meet ini dihadiri oleh peserta dan narasumber yang merupakan simpatisan dan muhibbin tarekat. Diskusi berlangsung seru dan menarik sekaligus adem.

Acara ini dihadiri oleh Prof Dr Heddy Shri Ahimsa Putra yang merupakan Guru Besar Antropologi UGM, KH Nur Khalik Ridwan sebagai tokoh budayawan yang mengamalkan tasawuf, Brigjen Pol Ahmad Nurwahid sbg Direktur Pencegahan di BNPT, serta Ketua Umum Matan Dr Hasan Chabibie, serta Sekertaris Umum Matan Abdur Rasyid, M.Tsol yang lebih akrab disapa Gus Iid.

Dengan adanya rutinan lapanan acara semacam ini, Tasawuf dan tarekat diharapkan tidak lagi menjadi sesuatu yang terlihat angker dan aneh dimasyarakat, khususnya di kalangan pemuda dan akademisi di Daerah Istimewa Jogjakarta.

Share: