Puluhan santri Pondok Pesantren Al Ghufron Pondok Gebangsari Kuwarasan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan membatik bersama MATAN IAINU Kebumen dalam rangka haflah Akhirussanah. Latihan ini digelar di halaman pondok, Jum’at (04/03/2022)

Acara dibuka dengan sholawat thoriqiyyah puluhan santri bersama-sama membaca sholawat

Dalam pelatihan membatik digelar selama satu hari tersebut PP Al Ghufron menghadirkan narasumber sekaligus shohib MATAN yang ahli membatik abstrak kontemporer yaitu Shohib Eko Pristiyono.

pelatihan membatik kontemporer

Syukur sebagai juru bicara, pada awal pertemuan para santri dikenalkan dengan sejarah batik, pengertian batik hingga peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat batik abstrak kontemporer seperti kain mori sebagai media membatik, canting, malam {lilin), kompor gas, pewarna, water glas dan gawang.

“Selain kita kenalkan dengan bahan dan alat-alat yang digunakan untuk membatik dan penjelasan tahap-tahap dalam membatik hingga selesai. Peserta juga kita kenalkan tentang sejarah batik hingga beraneka ragam jenis batik.” ungkap syukur.

Syukur memaparkan, bahwa batik abstrak kontemporer merupakan batik abstrak bersifat modern yang dibuat dari ide masa kini dengan kebebasan motif dan tidak terikat pada pakem.

“Kondisi malam atau lilin tidak boleh terlalu panas dan tidak boleh terlalu dingin. Kalau terlalu panas lilin akan mudah menetes dan kalau terlalu dingin lilin akan susah untuk digoreskan di pola yang sudah digoreskan pada kain,” tuturnya.

Dalam pelatihan ini membuat dua karya batik pertama, karya yang dipraktikan oleh narasumber dengan menggoreskan malam atau lilin yang telah dipanaskan menggunakan kuas dan canting setelah selesai kemudian dilanjutkan dengan teknik pewarnaan menggunakan remasol. Sembari menunggu karya pertama kering kemudian membuat karya kedua, yaitu motif tanda tangan yang ditulis oleh semua peserta lalu proses pewarnaan dengan menggunakan remasol memang memerlukan waktu yang cukup lama sampai benar-benar kering. Lama pengeringan sekitar 5 jam bahkan sampai satu malam lebih bagus.

Syukur menambahkan, setelah pewarnaan selesai selanjutnya dikunci dengan water glass hingga sampai benar-benar kering. Baru setelah itu proses perebusan untuk menghilangkan malam pada kain batik dilakukan.

“Melalui kegiatan pelatihan batik ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship para santri sehingga dapat menjadi bekal dan terciptanya industri kreatif yang dihasilkan. Disamping itu kegiatan pelatihan membatik juga berfungsi untuk mengenalkan santri pada budayanya sendiri yaitu batik. Sehingga pada gilirannya mampu mnumbuhkan sikap cinta pada budayanya sendiri.” Ucap Syukur Riyadin selaku Ketua MATAN IAINU Kebumen.

Gus Mujasim, SHI., MSI. Selaku Kepala SMP IAG Pondok Pesantren Al Ghufron, mengucapkan “ Kami atas nama keluarga besar pesantren al ghufron sangat bertrimakasih dan berapresiasi dengan setinggi tingginya atas kegiatan pelatihan batik abstrak ini dan kebetulan ini sekaligus kita barengkan dengan acara pra haflah akhirussanah.

“yang jelas kami sangat berterimakasih kepada rekan-rekan Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Al MU’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) IAINU Kebumen yang telah meluangkan waktu bersama kami melatih  kami membatik, kami tahu bahwasanya pondok pesantren punya prinsip kemandirian bagaimana mempersiapakan generasi-generasi mandiri dan merupakan suatu keharusan bagi pondok pesantren untuk memberikan pembekalan sehingga mendapat bekal hidup mandiri kepada santri kelak kembali ke masyarakat. Sekali lagi saya berterimakasih mudah-mudahan apa yang telah di sampaikan oleh MATAH benar-benar bermanfaat bagi kami. Atas kebaikan MATAN mudah-mudahan allah memberikan balasan yang lebih baik”

Share: