Oleh: Dr. K.M. Mahmud suyuti, M. Ag.
(Ketua PW MATAN SULSEL)

Tradisi Mabbaca-baca, yakni mengirimkan doa untuk keluarga atau leluhur yang telah mati terutama pada momen Idul Fitri menjadi ritual khusus bagi kebanyakan muslim. Saat tersebut, disediakan masakan seperti opor ayam, buras, tape, ikan, daging dan makanan lainya. Tuan rumah yang punya hajat, umumnya memanggil seorang guru, kyai, ulama atau orang saleh untuk memimpin doa.

Ritual itu bukanlah musyrik melainkan sebuah simbolik daya tarik bagi keluarga, kerabat, terutama anak-anak, kemenakan untuk datang bersilaturahmi dan untuk menyantap bersama makanan tersebut. Tradisi itu juga menginspirasi kita mudik bertemu dan berkumpul bersama keluarga menikmati hidangan lebaran bersama, hingga saling bermaaf-maafan dan berdoa:

“Ya Allah, tempatkanlah surga yang terindah disisi-Mu untuk ayah dan ibunda kami tercinta.”

Kami juga berdoa semoga Allah swt. merahmati kita semua, mendapat ridha kedua orangtua, restu para mursyid/masyaikh dan syafaat Rasululullah saw. menyertai selalu.
Semoga kita semua sehat selalu, urusan lancar, bahagia bersama keluarga dan anak-anak, rezki bertambah, karir semakin menanjak, terhindar dari fitnah dalam berbagai usaha dan aktivitas.
Taqabbalallahu minna wa mingkum.

(Hardianto)

Share: