Tulisan menjelang muktamar NU 2021 oleh Yai Rijal Mumazziq

Para kiai NU mengadakan acara di sebuah hotel di Surabaya, awal 2000-an. Para Banser ikut siaga menjaga acara.

Ketika seminar berlangsung, tiba-tiba terdengar suara “Adooooh…adooooh” dari kamar mandi kamar hotel. Komandan Banser langsung mengetuk, “Jon…Jon…ada masalah Jon?”

Jojon, Banser itu hanya terdiam dari dalam kamar mandi. Tak berselang lama ia keluar sambil cengar cengir.
“Ada apa Jon?”
“Anu ndan….tadi keliru menyalakan kran air waktu bilas “anu” setelah pipis,”
“Keliru gimana?”
“Ya kan ada dua kran, air dingin dan panas. Nah, waktu mbasuh anu itu saya keliru pakai kran air panas. Ya mak nyos…”

(**)

Kata Cak Kaji Muchit Chusnan, ada kiai yang nggak tahan dengan dinginnya AC hotel. Dia pun minta pada teman sekamarnya untuk mengecilkan, dari 16 menjadi 5 saja.

“Biar nggak adem nemen, dicilikno wae yo,” pinta kiai.

Alhasil, tambah menggigil…

(***)

Muktamar NU di Semarang, 1979, Kiai Nawawi Bantul yang berada di hotel bertanya ke sesama kiai, “Itu kok banyak muda-mudi masuk kamar sebentar, terus keluar lagi. Ngapain?”

“..eemmm, anu, ‘tidur’, kiai…”

“Tidur sebentar kok di hotel. Eman duite. Mbok di mushola saja. Gratis.”

(****)

“Tukokno cibuk” perintah KH. A. Masduqi Mahfud pada putranya, Yai Achmad Shampton kala itu.
“Damel napa bah?”
“Iki bath up e arep tak suceni tak gawe jedhingan, mosok wong tuwek mbok kongkon kum-kum.”

Meski di hotel berbintang… budaya jebur-jebur tetap jalan.

(*)

Kalo yang bawah ini cerita dari Gus Yahya Cholil Staquf :

Sidang MPRS akhir 1960-an. Hotel Indonesia yang anyar gress dijadikan tempat menginapkan para anggota MPRS. Kiai Bisri Mustofa sekamar dengan Kiai Masykur.

Cek-in sore-sore, Mbah Bisri langsung ke kamar mandi. Habis kungkum, Mbah Bisri keluar tanpa mengosongkan air di bath tub. Entah lupa entah sengaja.

“Buruan wudlu!” Kiai Bisri berkata kepada Kiai Masykur, “Kita salat bareng!”

Kiai Masykur menurut masuk kamar mandi. Lalu terdengar kricik-kricik.

Keluar dari kamar mandi, Kiai Masykur menggerutu,

“Katanya hotel terbaik se Asia kok airnya jelek begitu!”

“Memangnya kenapa?”

“Airnya buthek bau sabun!”

Share: