MATAN

Ketua MATAN Jawa Barat mendakwahkan Konsep IHSAN di Kampus UIN Sunan Gunung Djati bandung

Bandung, MATAN – Prof Ajid Tahir, Ketua Wilayah MATAN Jawa Barat menyusun sebuah konsep tasawuf di kampus UIN SGD berjudul IHSAN. Ihsan secara implementatif diterapkan dalam model dan Langkah-langkah strategis untuk pengembangan kampus unggul dan kompetitif dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, Integrity, yakni sikap kokoh dan konsisten dalam menjunjung tinggi nilai-nilai akademik-religius, kuat dalam pendirian, menunjukkan keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan tindakan yang baik dan benar dalam kesatuan yang utuh dan konsisten. Sebagai perguturan tinggi Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, komitmen dan keteguhan terhadap nilai-nilai agama, budaya dan nilai-nilai akademik yang diwujudkan dalam setiap aktivitas civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kedua, Humanity, yakni suatu sikap ramah, toleran, santun, dan bisa menghidupkan rasa perikemanusiaan. Mengembangkan seluruh potensi yang ada semaksimal mungkin dalam menciptakan pelayanan akademik yang lebih baik (pelayanan prima) dan humanis. Sebab hakikat pendidikan merupakan upaya memanusiakan manusia yang lebih berkembang, berpikir, berinovasi dan berperadaban dalam mewujudkan kehidupan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang lebih manusiawi dalam berpikir, berdialog, berinovasi dan berkembang sesuai dengan potensi dan perkembangan manusia yang lebih maju dan berperadaban.

Diantara faktor terpenting dalam mewujudkan sikap humanity adalah peningkatan kesejahteraan bagi dosen dan karyawan, karena itu kampus perlu melakukan strategi penghasilan BLU yang lebih optimal dengan mewujudkan link and match antara kampus dengan dunia usaha dan membangun pola pikir keterampilan kewirausahaan mahasiswa.  

Ketiga, Spirituality, suatu sikap kesatuan dan kesinambungan antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai ruhaniyah, antara fikir dan dzikir pada Tuhan. Konsep “Wahyu Memandu Ilmu” adalah jembatan yang mempadukan antara ilmu dan iman, antara pengetahuan dan kesadaran. UIN SGD Bandung harus mewujudkan kesatuan antara penggunaan rasionalitas akal dan kejernihan hati nurani. Pelayanan akademik harus dilihat dari sisi rasionalitas dan spiritualitas ilahiyyah. Pengambilan kebijakan akademik dan non akademik berikut implementasinya harus selalu berempati dan beradaptasi pada pertanggungjawaban ilahiyah.

Keempat, Accountability, suatu sikap keterbukaan dan bertanggung jawab. Kampus UIN SGD Bandung perlu dibangun dengan nilai-nilai keterbukaan, seluruh aktivitas dan implementasinya didasarkan pada manajeman mutu yang kuat: planing, organizing, controling dan evaluating. Sehingga lembaga kampus harus bisa memberikan pertanggungjawaban, penyajian, pelaporan, dan pengungkapan segala aktivitas dan kegiatannya pada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI dan masyarakat. Akuntabilitas perlu didukung dengan kemampuan Artificial Intelegence yang menjadi tuntutan kebutuhan di era 5.0. kampus harus mampu menyiapkan skill tersebut bagi seluruh civitas akademika untuk mewujudkan akuntabilitasnya terhadap publik.

Kelima, Nationality, suatu sikap cinta tanah air. Sebagai kampus negeri di bawah naungan Kementerain Agama RI, seluruh civitas akademika harus mencerminkan abdi negara yang baik dan loyal pada pemerintah. Kampus UIN SGD Bandung adalah kepanjangan tangan untuk mengusung nilai kesatuan dan kebangsaan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam berbagai pengembangan akademik dan non akademik, harus berlandaskan cinta Tanah Air, Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Selaras dengan semangat semboyan “NKRI Harga Mati.”

“Jadi  Ihsan merupakan sikap mental untuk mewujudkan kampus yang bermartabat, unggul dan kompetitif di tingkat nasional dan internasional. Seluruh civitas akademika bekerja dan berkarya untuk masa depan Indonesia yang gemilang, maju dan berkualitas tinggi berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak karimah.” Pungkas Ajid yang juga Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Jabar ini

Bagikan:

Iklan