Akhir tahun 2021, PW MATAN Jawa Tengah menata arah gerak MATAN melalui Kemah Kebangsaan. Kegiatan kader muda se-Jawa Tengah dan sekitarnya ini menghadirkan beberapa pemateri yang kompeten dalam bidangnya.

Diantara pemateri tersebut adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah, yakni Gus Yasin, Danrem 71 Wijaya Kusuma, Kapolres Pekalongan, Dr. KH. Masyhudi selaku Sekjend JATMAN, Gus Candra Malik, dan KH. Ali Masyady, Wakil Rais Amm Idaroh Aliyah Jatman.


Hadir pula Ketua PP MATAN, yaitu Dr. Muhammad Hasan Chabibie. Beliau berpesan kepada kader MATAN untuk memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Kader MATAN dapat menggunakan sosial media seperti Facebook, Twitter, You Tube atau Instagram sebagai sarana untuk berdakwah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memposting kutipan kalam-kalam ulama baik secara langsung atau kalam-kalam ulama yang terdapat dalam kitab kuning. Pemanfaatan sosial media ini dapat memperluas pemahaman-pemahan beragama yang selaras diterapkan di Indonesia, sehingga energi positifnya terserap oleh kalangan muda.


“Menjadi kader MATAN adalah sebuah keistimewaan, karena MATAN berbeda dengan organisasi kemahasiswaan lainnya. Perbedaan tersebut terletak pada baiat dalam MATAN. Baiat yang dilaksanakan dalam MATAN merupakan baiat mursyid, dimana kader MATAN dibaiat menjadi seorang salik yang nantinya wajib mengamalkan amaliyah thoriqoh yang dianutnya. Berbeda dengan baiat organisasi kemahasiswaan lainnya yang hanya baiat organisasi biasa tanpa adanya amalan wajib”. Tutur Ketua PP MATAN.


Keistimewaan lain mengabdikan diri pada MATAN yaitu dalam berorganisasi kader MATAN juga memperbaiki akhlaknya dengan tazkiyatun nufus. Sehingga terbentuk kader MATAN yang matang secara organisasi dan spiritual.


Ketua PP MATAN yang juga merupakan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemdikbudristek menabahkan, “Ketika seseorang bergabung dalam MATAN, maka jangan hanya berkutat pada masalah struktural saja, namun yang lebih utama adalah melihat value yang ada dalam organisasi, sehingga kader MATAN tidak selalu bergantung kepada sosok. Siapapun pengurusnya, MATAN akan tetap berjalan.

Ketum Matan Pusat, DR Chasan Habibi

Value MATAN tidak boleh terlepas dari sufistik, intelektual, nasionalisme, integritas dan kolaboratif”.

Terakhir, Gus Hasan berpesan agar kader MATAN bergerak dengan menyesuaikan pekerjaannya masing-masing, serta dapat mengusahakan pribadinya menjadi pekerja terbaik yakni bekerja secara professional baik dalam level nasional ataupun internasional.

Share: