HARLAH MATAN Ke-10 terselenggara dengan penuh berkah, khidmat dan penuh suka cita. Hari Jum’at, bertepatan tanggal 14 Januari 2022 menjadi sejarah bagi kader MATAN se-Sulawesi memeriahkan acara puncak HARLAH MATAN ke-10, dipusatkan di Rahim Assegaf Center (RAS). Ba’da Jumat-sore, kader-kader MATAN saling berbagi pengalaman pengkaderan. Kemudian dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah diimami oleh Habib Puang Makka, setelahnya dilanjutkan dengan pembacaan Ratib Al-Aththas yang dipimpin oleh Syeikh Imran Abdillah, ditutup dengan doa oleh Dr. K.H. Muammar Bakry, Lc., MA.

Hadir yang mulia Habib Abd. Rahim Assegaf Puang Makka dan Dr. K.H. Baharuddin AS., M.A. (Mustasyar PBNU), Dr. K.H. Muammar Bakry, Lc., MA. (Sekertari MUI SULSEL), Dr. K.H. Afifuddin Haritsa, Lc., MA. (Dekan FAI UIM), Dr. K.H. Kaswad Sartono, M. Ag. (Ketua PCNU Makassar), dan pejabat pemerintah di lingkup Kementrian Agama se-SULSEL. Kemeriahan dan keakraban HARLAH MATAN Ke-10 menjadi berkah bagi kader-kader MATAN (Makassar, Maros, Parepare, Pinrang, Sidrap, Wajo, Bantaeng, Takalar) dapat bersilaturahim dengan para masyaikh tarekat, pengurus NU, BANOM NU yang hadir.

Koordinator MATAN Sulawesi H. Anwar Abubakar, S. Pd., M. Pd. dalam sambutannya menyampaikan perlunya kader-kader MATAN meningkatkan wawasan kebangsaan, keagamaan dan keragaman, serta kemampuan transformasi digital. Diakhir kata, memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada para masyaikh, alim ulama, pembina MATAN dan seluru kader MATAN se-Sulawesi.

Habib Puang Makka dalam tausiyah kebangsaan menyampaikan perlunya menggali kembali tradisi kharisma keulamaan para masyaikh tarekat. Misalnya, upaya melekatkan tradisi kata “syeikh” bagi para mursyid yang telah memeroleh ijazah mentalqin dari para leluhur yang merupakan pusaka ulama.
Sebagaimana tradisi leluhur ulama SULSEL dan pendiri pesantren sesungguhnya adalah para ahli tarekat, termasuk Alim Allamah K.H. Muhammad As’ad dan K. H. Abd. Rahman Ambo Dalle.

Para Kader MATAN diharuskan menjaga dan merawat bangsa dan negara, karena dibangun dan diwariskan oleh para ulama, masyaikh dan leluhur kita. Kita boleh menggunakan kemajuan dunia, tapi kepribadian leluhur pendahulu bangsa jangan tergadaikan dengan bangsa lain. Adat, tradisi dan budaya lokal mesti dipertahankan sebagai kepribadian bangsa.
Habib Puang Makka berpesan:
“Kuatkan imanmu, tauhid, sayangi mursyidmu, jaga bangsa dan negara, serta tajamkan kitab dan hati-mu.”

Puncak HARLAH MATAN ke-10 ditutup dengan doa oleh Syeikh Dr. K.H. Baharuddin AS., M.A. dan agenda selanjutnya dilanjutkan dengan ziarah maqam pahlawan internasional, nasional dan muassis NU.

selamat ber-HARLAH MATAN ke-10

Dr. K.M. Mahmud Suyuti, M. Ag.
(Ketua PW MATAN SULSEL)

Share: