Bersuluk MATAN diakhir tahun 1442 H

Akhir tahun 1442 Hijriyah bagi kader MATAN  menjadi momentum spesial, khususnya seluruh peserta suluk kab. Wajo. Penghabisan bulan Zulhijjah dimanfaatkan oleh masyaikh tarekat dan pengurus dan kader MATAN SULSEL untuk menyelenggarakan suluk selama 3 hari, acara tetap mengikuti protokol kesehatan, dari tanggal 06-08 Agustus 2021, . hal itu untuk mengaplikasikan hadis nabi:

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Sebagaimana pesan salah seorang syeikh tarekat:

“akhir tahun ditutup dengan cahaya, awal tahun dengan cahaya, sehingga diantara akhir dan awal tahun senantiasa dihiasi dengan cahaya kenabian dan ke-Tuhan-an.”

Seluruh sesi acara suluk telah dilewati sesuai jadwal. Agenda akhir rangkaian Suluk MATAN Wajo adalah Rencana Tindak Lanjut (RTL). Tim Instruktur Suluk (Abd. Rahim Hadi, M. Pd. I., Adri Aladin, S. Pd dan Hardianto) kemudian mengarahkan dan menetapkan bahwa Panitia acara Suluk MATAN 1.2 di Wajo adalah Ahmad Taufiq (ketua panitia) dan Syamsul Akidah (sekertaris). Sedangkan di Sulawesi Tengah sebagai panitia suluk adalah Maskar (ketua) dan Renaldi  (sekertaris).

 Secara terbatas Musyawarah Kerja cabang Wajo untuk pertama kalinya digelar dengan menyepakati Muhammad Takdir (ketua PC. MATAN Wajo), Nadir (Sekertaris) dan Andi Yuliarni (bendahara). Nama-nama ini kemudian diberikan mandat untuk melengkapi struktur pengurus MATAN dan akan diajukan kepada pegurus JATMAN dan masyaikh tarekat untuk memperoleh ridha dan penetapan Pengurus Cabang MATAN Wajo.

Banyak hal menarik dan berkesan bagi peserta duuk, diantara testimoni tersebut adalah:

“Luar biasa, pembicaraan rahasia terwadahi di suluk MATAN. Setiap materi yang disampaikan masyaikh, terasa memperoleh hikmah besar” (Maskar dari Sulawesi Tengah).

“Ada begitu banyak materi yang tidak pernah didapatkan pada majelis-majelis yang pernah saya ikuti. Acaranya 3 hari, tapi banyak pengalaman batin yang berharga, sehingga terasa sulit menceritakan.” (Syarifah).

Syeikh Imaran Abdillah (sekertaris Korwil MATAN Sulawesi dan Khalifah Tarekat Khalwatiyah syeikh Yusuf) dalam sambutan penutupan suluk menyampaikan alasan bersuluk MATAN, yaitu:

Tazkiyatun nafs

Menyambungkan sanad dengan mursyid tarekat mu’tabarah

Memeroleh khazanah ilmu dan kepahaman.

(Hardianto)