Sambut Nishfu Sya’ban, MATAN UINSA Adakan Ngaji Tematik

Salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah adalah bulan Sya’ban. Di bulan Sya’ban terdapat malam istimewa, yaitu malam nishfu Sya’ban. Pada malam itu lah kita mendapat hadiah berupa sholawat.

Dalam rangka menyambut malam nishfu Sya’ban, Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (PK-MATAN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya mengadakan kajian tematik bertajuk Amalan Nishfu Sya’ban, Ahad (28/03) sore.

Acara yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan Pembina PK MATAN UINSA, Gus Abdullah Hamid sebagai narasumber.

Dalam paparnya, Gus Hamid, sapaan akrabnya, menceritakan kisah masyarakat Makkah ketika menghidupi malam nishfu Sya’ban.

“Ketika kota Makkah belum dikuasai oleh wahabi, banyak cara yang dilakukan masyarakat Makkah ketika datangnya malam nishfu Sya’ban, di antaranya thawaf, salat berjamaah, dzikir, dan lain sebagainya. Ketika itu, Ibnu Jubair bersama sahabatnya, Ahmad bin Hasan berjalan berkeliling kota untuk memperhatikan kegiatan yang dilakukan masyarakat Makkah ketika malam nisfu sya’ban,” jelasnya.

Ketika hendak memejamkan mata, Ibnu Jubair dikejutkan dengan orang yang berjalan menuju arahnya, kemudian duduk dan membaca al-Qur’an. Orang tersebut membaca al-Qur’an dengan suara yang sangat merdu dan membuat Ahmad bin Hasan heran, orang tersebut tiba-tiba menangis, kadangkala juga tertawa.

“Di tengah lantunan bacaan al-Qur’an, orang tersebut membaca sebuah qosidah yang memiliki makna, yakni jika buruknya perilakuku menyebabkan jauh dari-Mu, maka jadikan prasangka baikku mendekatkanku dari-Mu,” terangnya.

Gus Hamid, berpesan kepada seluruh kader MATAN untuk menghidupkan malam nishfu Sya’ban dengan intropeksi diri.

“Wajib bagi sohib MATAN pada malam nishfu Sya’ban untuk intropeksi diri, kontemplasi, dan berpikir. Semoga amal kita diterima dan dosa kita diampuni oleh Allah,” pesan Dosen UINSA ini.

Ia juga berpesan agar menghidupi malam nisfu Sya’ban dengan amalan yang telah diajarkan oleh Ulama salaf.

“Mari kita hidupi malam nisfu Sya’ban dengan amalan-amalan yang sudah diberikan oleh guru-guru kita, di antaranya membaca surat Yasin 3 kali. Pertama, niat panjang umur untuk beribadah kepada Allah. Kedua, niat tolak bala’. Ketiga, niat hanya kepada Allah kita berharap. Ada juga amalan membaca sholawat sebanyak-banyaknya,” pungkas Founder Dunia Santri Community ini.

Kontributor : Ahmad Rizkiansah Rahman
Editor : Muhammad Alvin Jauhari