NU dan PW MATAN SULBAR GELAR AKSI PEDULI PASCA GEMPA, ZIKIR DAN TAUSIYAH

Dampak gempa bagi warga Majene dan Mamuju harus memilih untuk mengungsi, khsusnya daerah-daerah yang sangat berpotensi menimbulkan banyak resiko, sehingga warga masih memilih untuk tetap bertahan di posko pengungsian. Resiko akibat gempa tidak hanya material tetapi berdampak pada psikologis maupun ketenangan batin. Guna memenuhi kebutuhan material dan mengiobati psikologis para pengungsi, Nahdlatul Ulama (NU) bersama dengan BANOM di provonsi Sulawesi Barat dan bahkan termasuk diluar provinsi juga ikut mengambil peran besar mencukupi kebutuhan logistik. NU dan PW MATAN SULBAR juga memberikan penguatan batin melalui zikir, doa dan tausiyah untuk memberikan obat ruhani dan psikologis pasca gempa. Kegiatan tersebut berlangsung secara bergiliran dari setiap posko pengungsian.
Hari Jum’at, tanggal 05 Februari, di posko pengungsian desa Ahu kecamatan Tappalang, warga pengungsi berkumpul bersam untuk ber do’a, zikir dan mendengarkan tauziah Ketua PW MATAN NU Sulawesi Barat (SULBAR) Kyai Muda Ahmad Mutazam, S. Pd. I., M. Si (cicit Imam Lapeo). Dalam tausiyahnya mengajak warga

*Sabar menghadapi ujian dari Allah swt.

*Tetap Istiqomah menjalankan syariat agama Islam
*musibah atau ujian itu adalah cara Allah swt. menghapus dosa dosa kita

*Tetap jaga, merawat serta menjalankan ajaran dari Ulama Ulama kita.

Sebagai hiburan dalam kegiatan tersebut, diselingi dengan musik hadrah yang dimainkan oleh remaja.

[Hardianto]