Khadim Tarekat dan Majelis Ikhwan Tarekat Al-Muhammadiyah Buka Zawiyah Baru

Akhir tahun 2020 oleh Majelis Ikhwan Tarekat Al-Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah Indonesia menjadi momen istimewa. Guna menampung jamaah pengajian setiap Ahad pagi dan Hasrat yang besar dari para Ikhwan untuk mengadakan zikir jamaah, oleh khadim tarekat memberikan fasilitas pengadaan zawiyah di pusat Kota Makassar.

Hari Kamis, 31 Desember 2020 (17 Jumadil Awal 1442 H) zawiyah Tarekat Al-Muhammadiyah mulai ditempati kegiatan tarekat mengikuti protokol kesehatan. Acar bermula pada pukul 16.30, diawali dengan hizb syahr khatm al-Qur’an, zikir Kanz Sa’adah yang dipimpin oleh ust.  Muh. Humaidi Ali, SQ. (Qari’ Nasional). Kemudian dilanjutkan dengan  doa dan tausiyah Syekh Dr. K. H. Baharuddin Abduh Al- Shafa, MA. (Syekh Tarekat Al-Muhammadiyah Indonesia).

Dalam tausiyahnya, dijelaskan tentang faedah umur dengan perbandingan umur Ashabul Kahfi yang dikutip dalam Q. S. Al-Kahfi/ 18: 25.

Terjemahannya:

“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.” (Q. S. Al-Kahfi/ 18: 25.)

Kemudian ditambahkan penjelasan tentang do’a dan zikir. Bagi seorang yang berdoa seharusnya mengawali munajatnya dengan ikhlas dan do’a sebaiknya dijadikan wirid zikir. Do’a dijadikan wirid agar doa tidak hanya dipanjatkan ketika butuh. Sebagaimana seorang prajurit tentara terlatih menggunakan senjata; tentu akan cekatan, atau pemain bola terlatih menendang bola. Karenanya, doa harus ada pembiasan.

Ikhwan tarekat Al-Muhammadiyah yang hadir di zawiyah maupun melalui virtual zoom, juga memperoleh penguatan zikir. Syekh Tarekat Al-Muhammadiyah menyampaikan tentang maqam zikir yang terdiri atas 4, yaitu:

1. Zikrun ma’a gaflatin. Lisannya membaca zikir namun ingatannya lalai.

2. Zikrun ma’a yaqza disertai pemahaman akan bacaannya.

3. Zikrun ma’a hudurin. zikir disertai dengan menghadirkan diri bersama dengan Allah. Zikir ini perlu mujahadah dan riyadhah (latihah terus menerus). Mujahadah melawan hawa nafsu. Misalnya, sementara membaca wirid, ada keinginan nafsu untuk segera menghentikan zikir atau meninggalkannya. Riyadhah membaca wirid zikir akan memudahkan melekatnya zikir dalam diri. Amal yang paling disukai Allah adalah istiqamah, walaupun sedikit.

4. Zikrun ma’a gaibatin. Zikir tingkatan tinggi, maqam para nabi dan awliya.

Dijelaskan dalam penjelasan kitab al-Hikam, bahwa melalui zikir-lah akan meningkatkan ke maqam zikir berikutnya.

Setelah acara, dilanjutkan dengan seremonial dan pemberian ucapan tahniah (selamat) kepada Syekh Tarekat yang memasuki usia ke-71 Tahun. Semoga syekh senantiasa diberikan kesehatan dan dipanjangkan umurnya dalam membimbing umat khususnya anak ruhani syekh, amin ya rab ‘alamin.

(Hardianto)