Ngopi Shufi MATAN Lampung Timur: Belajar Konsep dan Pemikiran Tasawuf KH. Kholiq Amrullah Adnan

MATAN Kegiatan rutinan MATAN Lampung Timur kali ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tri Bhakti At-Taqwa pada hari Minggu (15/11), bertempat di Desa Rama Puja, Raman Utara, Lampung Timur. Acara kegiatan MATAN di mulai dengan pembacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh Gus Miftahul Ulum. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Gus Munawar Sidiq. Ia mengatakan bahwa “Perkembangan MATAN di Lampung Timur sangat pesat, sebab pertemuan kali ini dihadiri oleh anggota-anggota baru.” Kemudian ia mengatakan bahwa MATAN jangan sampai tercampur dengan politik praktis, sesuai dengan dhawuh Habib Luthfi bin Yahya. Beliau mengatakan bahwa jangan sampai MATAN dipolitiki oleh para politikus.

Hal senada juga disampaikan oleh Gus Ja’far Sodiq selaku ketua PW MATAN Lampung, yang mana ia mengingatkan kepada MATAN harus bisa menjaga nama baik dan selalu progress ke depan meskipun dengan keadaan pandemi. Kemudian ia mengatakan bahwa, hadirnya MATAN di Lampung khususnya di Lampung Timur harus ada kajian-kajian baik kajian agama dan juga kajian Ilmiah. Sehingga butuh keseimbangan antara dunia spiritual, intelektual, dan emosional. Khususnya dalam bidang tarekat, hadirnya MATAN dan termasuknya ciri khas MATAN dalam dunia spiritual yang mempunyai sanad guru yang jelas.

Kemudian kajian rutin yang disampaikan oleh KH. Kholiq Amrullah Adnan. Beliau menyampaikan bahwa pemuda sekarang adalah generasi masa depan. Kemudian ia menambahkan bahwa, pentingnya disiplin ilmu pengetahuan yang terintegrasi baik dalam dimensi pendidikan, sains, teknologi dengan disiplin ilmu agama khususnya tarekat. Selain itu, pentingnya dasar-dasar nasionalisme harus bisa melekat ke dalam para pemuda. Sebab dengan empat dimensi yakni, intelektual, emosional, spiritual, dan nasionalisme. Diharapkan para generasi pemuda MATAN khususnya MATAN Lampung Timur dapat menjadi generasi-generasi pemuda yang berkualitas. Tidak hanya dalam bidang intelektual saja, namun juga sangat dibutuhkan dorongan spiritual.

Dalam konsep tasawuf, KH. Kholiq Amrullah Adnan menjelaskan bahwa, ilmu yakin sangat perlu ditanamkan kepada para pemuda. Ia menambahkan bahwa ilmu yakin ada tiga yaitu Syari’at, Tauhid, dan Tasawuf. Tiga keilmuan agama ini menjadi penting dalam pemuda muslim. Sebab tiga konsep tersebut adalah ilmu-ilmu yang ada di dalam pendidikan Islam. Ketiga, pentingnya ilmu tasawuf kepada pemuda tidak hanya sebatas spiritual, namun beliau juga menambahkan pentingnya adab dan akhlak kepada segala ciptaan-Nya. [dani/nasr]