ZIARAH DAN PENELUSURAN MAKAM PARA MASYAIKH DAN HABAIB DI KABUPATEN SIDRAP


Oleh: Muhammad Rusmin Al-Fajr (Pembina PC MATAN Sidrap & Khadim Majelis Fatihiyyah Haqqani Sidrap)

Kabupaten Sidrap adalah penggabungan dari dua buah kerajaan Bugis dalam persekutuan Ajatappareng yaitu Addituang Sidenreng yang berada di wilayah selatan dan Akkarungang Rappang yang berada utara.

Menurut catatan sejarah, Islam masuk di Bumi Sidenreng Rappang pada awal abad ke-17 yang dibuktikan adanya masjid tua Jerra-e yang didirikan pada tahun 1607 dan makam Syekh Abdul Rahman atau Syekh Bojo di dalam kompleks masjid tersebut.

Sayangnya setelah itu tidak lagi ditemukan catatan sejarah mengenai bagaimana proses Islamisasi di Bumi Sidenreng Rappang pasca Syekh Bojo. Namun, berdasarkan TRADISI LISAN (Cerita turun temurun dari generasi ke generasi), proses Islamisasi secara kultural dan alamiah kemudian dilanjutkan dengan kedatangan para Masyaikh dan Habaib dari Timur Tengah, khususnya pada pada abad ke-18 dan ke-19.

Demi mengenang jasa para Habaib dan Masyaikh yang berjasa dalam proses Islamisasi di Bumi Sidenreng Rappang, maka PC MATAN Sidrap bersama Majelis Fatihiyyah Haqqani Sidrap telah melakukan ziarah ke makam para Habaib dan Masyaikh yang ada di Kabupaten Sidrap, khususnya di wilayah Selatan.

Agenda ziarah dimulai dengan berkumpul di Masjid Raya Rappang untuk melakukan doa dan tawassul kepada para Masyaikh dan Habaib khususnya mereka para Shahibul Wilayah agar perjalanan ziarah dan penelusuran makam mendapatkan bantuan dan dukungan spiritual dari mereka. Setelah itu, perjalanan ziarah pun dilanjutkan.

Tujuan ziarah yang pertama adalah makam Habib Abu Bakar bin Muchsin Al-Hamid yang terletak di Desa Sereang, Kec. Maritengngae. Semasa hidup beliau dikenal sebagai Kapitang Arab dan merupakan orang pertama Fam Al-Hamid dari Hadramaut yang datang ke Sidrap.

Selanjutnya ziarah dilanjutkan ke makam Habib Hasan bin Abdullah Al-Hamid dan istrinya Syarifah Patimang yang berada di kompleks masjid tua Jerra-e, Desa Allakuang. Makam keduanya berada di samping makam Syekh Abdul Rahman (Syekh Bojo). Menurut cerita masyarakat setempat, Habib Hasan selama hidupnya terkenal dengan keshalihannya.

Setelah itu penelusuran untuk menemukan jejak makam para Habaib pun dimulai. Lokasi yang dituju adalah sebuah tempat yang bernama Lakapopang, Desa Massepe, kec. Tellu Limpoe. Menurut cerita turun temurun, Lakapopang dulunya adalah sebuah perkampungan Arab, tapi kemudian dibumihanguskan oleh Belanda pada sekitar abad ke-20. Dan kini Lakapopang hanyalah sebuah tanah perkebunan milik masyarakat.

Alhamdulillah… Atas rahmat-Nya, rombongan peziarah dituntun secara “spiritual” menuju ke beberapa makam tua di yang terletak di tengah-tengah perkebunan yang jauh dari jalan raya.

Shahibul maqam ini masih sangat misterius. Para peziarah belum bisa memastikan secara pasti siapa saja mereka yang dimakamkan di tempat ini. Namun aura spiritual yang menyejukkan dan menenangkan di tempat ini sudah cukup meyakinkan para peziarah bahwa mereka yang dimakamkan di tempat tersebut adalah orang-orang shalih.

Perjalanan ziarah makam para Habaib serta usaha penelusuran makam di Lakapopang, selengkapnya akan tayang di Channel Youtube MADRASAH HATI.