Santri Milenial Bersatu & Berkhidmah untuk NKRI

Dalam memperingatiHari Santri & Sumpah Pemuda, Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) menyelenggarakan Simposium bersama para santri di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

Dalam acara tesebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP. MATAN yang juga menjabatKepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhammad Hasan Chabibie, S.T., M.Si. Selain itu, pembicara yang kedua yaitu dari DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah S.I.P., M.I.P., dan sebagai Moderator Abdur Rosyid, S.Pd, M.TESOL

Dalam diskusi tersebut Ketua Umum PP. MATAN yang akrab dipangggil Gus Hasan menyampaikan bahwa :”Santri memiliki saham yang besar dalam berdirinya NKRI, jadi santri harus menjaga warisan perjuangan ini”

Lebih lanjut beliau juga menitik beratkan terkait Peringatan Sumpah Pemuda bagi kita, generasi Z bahwa Jika kita mengedepankan jong java, jong sumatra, jong kalimantan dengan menomor duakan atau bahkan menomor empatkan Indonesia maka berarti pemikiran kita mundur sebelum sumpah pemuda.

Dalam peringatan Hari Santri & Sumpah Pemuda pula, “Energi perjuangan para pemuda perlu kita transformasikan pada kegiatan yang lebih bermanfaat demi menuju masa mendatang,” pungkasnya

Sebagai nara sumber kedua, Gus Aik panggilan akrab bagi Ahmad Athoillah S.I.P., M.I.P., dalam simposium Hari Santri & Sumpah Pemuda ini, menuturkan bahwa “Orang yang pesimis menganggap kesempatan adalah kesempitan, sedangkan Orang optimis menjadikan kesempitan menjadi sebuah kesempatan

Lebih lanjut beliau mengingatkan pada para peserta bahwa “Cinta itu bukan siapa yang pertama datang, bukan yang perhatian tetapi orang yang berada disamping kita untuk selamanya. Demikian juga santri, sekali santri maka selamanya ialah santri” pungkasnya. (Akbar Ali)