Bagaikan Mujahid Disiang Hari dan Seorang Faqir Dimalam Hari

Pasca New Normal, kegiatan muamalah berjalan seperti semula. Jaminan keselamatan bagi setiap individu sulit diprediksi, kecuali dengan usaha makasimal mematuhi protokol kesehatan dan bertaqarrub kepada pencipta segala penyakit dan obat, yaitu Allah swt. Melalui kerjasama yang dibangun sejak awal, PC. MATAN Pinrang dengan Pemerintah setempat dan organisasi pelajar dan kepemudaan lainnya, senantiasa memberikan himbauan pentingnya menyadari bahaya covid-19, mengikuti protokol kesehatan, dan menjaga stamina tubuh. Update perkembangan info situasi covid-19 Kab. Pinrang yang terpublis adalah kuantitas data relatif berubah, dalam seminggu kadang berkurang atau bertambah.

Haris Ali, S. Pd. (Ketua Tim Pencegahan Covid-19 dari PC. MATAN Pinrang) dengan sigap menyusuri lorong-lorong desa dan mendatangi pasar dan fasilitas umum menghimbau dan memperingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak serta menghindari keramaian yang tidak ada keperluan. Selaku mahasiswa dari para masyaikh, MATAN mensosialisasikan pentingnya pertahanan dari fisik dan juga mengingatkan pertahanan dari aspek rohani. Pertahanan aspek rohani yang dimaksud adalah, memperbanyak zikir dan doa kepada Allah swt.

Majelis Ratib Ar-Rahimiyah MATAN Pinrang merupakan salah satu bentuk ikhtiar pertahanan rohani. Setiap malam Jum’at ba’da Isya diggalakkan pembacaan ratib Al-Athtos. Pemandangan yang berbeda kali ini, peserta pembacaan ratib yang sebelumnya dihadiri sekitar 40 jamaah ratib, kali ini dibatasi hanya sekitar 20 sahabat-sahabat. Mengingat himbauan pemerintah Kabupaten yang ditembuskan hinga Pemerintah Desa, yaitu pembatasan over kapasitas dan mengumpulkan banyak orang dalam menanggulangi covid-19.

Momentum sejarah yang terulang bagi sahabat-sahabat MATAN. Para mujahid-mujahid terdahulu berjuang melawan musuh seperti singa ditengah padang pasir, dan pada malam harinya hanya lantunan bacaan al-Qur’an, zikir, dan wirid yang terdengar ditenda-tenda perjuangan. Demikianlah yang bisa disematkan kepada kader-kader MATAN, Siang harinya bersemangat membangun kepedulian sosial, mencari ilmu, rezki dan karunia-karunia Allah. Dan pada malam hari, waktunya menjadi momentum pengamalan zikir dan wirid melalui amaliyah yang diperoleh dari mursyid. Sesuai firman Allah swt. yang terjemahannya:

“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. al-Taubah/ 9: 41)