Gus Fuad Berikan Motivasi Kepada Kader-Kader MATAN

Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (PK-MATAN) UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar diskusi menarik yang dibingkai dalam sebuah kajian tematik bertemakan,“Pentingnya Kaderisasi dalam Organisasi”. Kajian tersebut diadakan secara virtual via aplikasi zoom pada Rabu Sore (07/10/20).

Kajian ini menghadirkan tokoh keren yaitu, Mochammad Fuad Najib, S.Pd.I, M.Pd selaku wakil ketua PC MATAN Kota Surabaya dan Instruktur MKNU PBNU. Beliau didaulat untuk memberikan pencerahan dan motivasi kepada kader-kader MATAN, utamanya untuk teman-teman di PK MATAN UINSA Surabaya.

Dalam kajian tersebut Gus Fuad menerangkan bahwa, “harapan Maulana Habib Luthfi membuat MATAN adalah untuk mencetak mursyid-mursyid di masa mendatang menjadi mursyid yang tidak hanya ahli agama, tetapi juga mursyid yang cendekiawan dan ilmuan, seperti contoh Syekh Yushri Mesir, beliau seorang mursyid, tetapi juga seorang dokter spesialis, doktor dan juga professor.” Terangnya.

“Di MATAN itu ada asasul khomsah. Pertama, Tafaqquh fiddin maksudnya faham dan mendalami agama. Kedua, Iltiyamuttho’at maksudnya komitmen dalam ketaatan atau menjalankan ketaatan. Ketiga, Tazkiyatunnafs artinya adalah membersihkan nafsu, pensucian hati dan diri. Keempat, Hifdzul aurad wal adzkar maksudnya menjaga aurad dan dzikir-dzikir, atau gampanganya senantiasa ingat dan ibadah kepada Allah. Kelima, Khidmah Lil Ummah, yakni senantiasa niat untuk memberikan manfaat kepada umat.” Jelasnya.

 Gus Fuad, alumni Denanyar ini menambahkan bahwa, “MATAN ini merupakan organisasi yang relative baru, sekitar delapan tahunan, mungkin jika ada kaderisasi yang kurang optimal ya wajar, karena semuanya butuh proses. Budaya kaderisasi itu butuh waktu, butuh proses.” Tambahnya.

“Terpenting saat ini adalah istikomahlah dalam ber-MATAN. Input yang kita peroleh di MATAN ini adalah jangka panjang. Yakinlah bahwa suatu saat pasti akan kita rasakan dari keberkahan khidmah di MATAN ini. Memang istikomah itu berat, tapi harus dipaksakan dan yakin bahwa semua akan kita rasakan jerih payahnya. Saat ini memang belum kita rasakan, namun suatu saat pasti akan merasakanya, pasti ada yang akan kita dapat. Tidak mungkin para mursyid mencelakan kita.” Pesannya.

(Alvin Jauhari/Surabaya)