MATAN UNUSIA Jakarta Gelar Webinar Tasawuf Virtual

Di tengan pandemi COVID-19 ini, Pengurus Komisariat MATAN UNUSIA Jakarta menggelar acara webinar bernama Tasawuf For Unlimited #1 dengan tema “Bermodern dengan Tasawuf”. Acara tersebut diselenggarakan pada Ahad (20/09/20) secara online via aplikasi Zoom, bekerjasama dengan by.U Provider. Pemateri dalam webinar Tasawuf For Unlimited #1 adalah Ustadz Halim Ambiya’ (Pendiri sekaligus pengasuh Tasawuf Underground).

Dalam kesempatan tersebut Ustadz Halim mengatakan, “Tasawuf dengan tanpa kata ‘modern’ sekalipun sebenarnya sudah modern. Karena, meski tasawuf itu muncul sejak zaman dahulu, tapi penerapannya masih sangat relevan meski di zaman modern seperti sekarang ini.”

“Tasawuf tak memerlukan banyak teori dan analisis, karena tasawuf adalah ilmu yang harus dipraktekkan secara langsung dan kita masyarakat muslim Indonesia sebenarnya sudah mengamalkan nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan sehari-hari bahkan sejak kita masih bayi. Salah satu contohnya adalah, ketika usia bayi kita menangis, orang tua kita akan melafalkan sholawat-sholawat dengan tujuan supaya anaknya berhenti menangis. Hal kecil seperti itulah yang nantinya ketika si bayi tersebut dewasa akan menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi SAW.” Imbuhnya

Ustadz Halim juga berpesan kepada teman-teman MATAN, “Kader Matan harus bisa menerapkan nilai-nilai tasawuf dalam setiap kehidupannya. Caranya adalah dengan jeli melihat setiap kebutuhan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pemberdayaan ekonomi, maka kader Matan harus menjadi yang terdepan untuk menawarkan solusi dari problem-problem ekonomi di masyarakat. Begitu pula halnya dengan problem-problem lain di masyarakat.”

Selain itu, beliau juga berpesan kepada kader Matan seluruhnya agar kader Matan harus mampu berbicara banyak di dunia media sosial. Tujuannya adalah agar dunia tasawuf tidak dianggap hal yang menyeramkan yang dipenuhi dengan klenik oleh masyarakat umum. Dengan aktif di media sosial, masyarakat akan semakin mengenal tasawuf dan akhirnya lambat laun tasawuf tidak lagi dianggap hal yang menyeramkan. (Alvin/Maulana)