ISTIQAMAH MELESTARIKAN AMALAN MURSYID

Istiqamah melestarikan amalan mursyid

Kamis, 23 Juli 2020

“Istiqamah” adalah perkataan yang mudah diucapkan, namun terasa mudah atau sulit untuk diimplementasikan. Kaedah beramal bagi seorang muslim mengikuti pesan rasulullah saw.

وَإِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ

Artinya: Dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan secara kontinyu (berkelanjutan)  walaupun sedikit.” (HR Bukhari No: 5413). Wajib bagi seorang muslim dalam setiap amalan dan konsep pemikiran ke-thariahan untuk menjaga dan melestarikan praktik amalan, walaupun dipadati dengan berbagai macam aktivitas dan kesibukan maupun timbulnya sifat manusiawi, seperti bosan dan merasa jenuh. Pesan yang selalu disampaikan oleh para masyaikh tarekat. Jika timbul kemalasan dan pikiran berat, maka amalan tersebut tidak ditinggalkan keseluruhannya, seorang salik dapat mengurangi kuantitas ibadah wirid maupun zikir sesuai dengan instruksi mursyid. Keuntungan bersikap istiqamah dijelaskan dalam Q.S. al-Jin: 16.

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). (Qs Al Jinn ; 16 )

Selaku kader MATAN dan murid dari para masyaikh, maka majelis zikir PC. MATAN Pinrang menggelar pembacaan Ratib AL-Aththas setiap malam Jumat yang dipimpin oleh ust. Abdurrahim Hadi (sekertaris PC Matan Pinrang) yang dipusatkan di “Posasiq Pustaka” salah satu perpustakaan yang ada di Desa Lero Kecamatan Suppa. Pembacaan Ratib Al-Aththas tidak hanya dihadiri oleh sahabat-sahabat MATAN akan tetapi dihadiri oleh berbagai organisasi seperti HIPMIL (Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Lero), PC IPNU, relawan Posasiq Pustaka serta masyarakat Desa Lero, dan seringkali dihadiri pula oleh BABINKANTIBMAS Desa. Usai pembacaan Ratib Al-Aththas dilanjutkan materi keagamaan dan dialog sesuai dengan pemahaman mahasiswa yang dibawakan oleh berbagai pemateri yang direkomendasikan pengurus MATAN.

Ketua PC Matan Pinrang Ust. Hardianto selaku pemateri pada pembacaan ratib ke-5, menyampaikan tentang keutamaan bulan-bulan yang diharamkan Allah swt., khususnya sepuluh awal bulan Zulhijjah  untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah seperti memperbanyak membaca shalawat, menghatamkan Al-Qur’an, memperbanyak Zikir dan lain sebagainya. Tujuannya adalah memperoleh kemuliaan dan berkah. Beliau juga menyampaikan agar istiqomah dalam pembacaan Ratib Al-Aththas walaupun belum memperoleh substansi dan faedahnya. Amalan  kecil jika dilakukan terus menerus hasilnya akan besar, diibaratkan seperti api unggung yang awalnya api kecil, jika terus menerus ditambahkan kayu maka apinya akan semakin membesar, memberikan manfaat kepada manusia serta dikelilingi oleh orang banyak. Begitupun dengan pembacaan Ratib Al-Aththas, jika istiqomah melakukannya, ing sya Allah akan muncul ketenangan, hati akan terasa nyaman serta memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Jamaah Ratib Al-Aththas merespon baik materi yang disampaikan oleh ketua PC Matan Pinrang, hingga muncul beberapa pertanyaan, yang pertama oleh sahabat Haris Ali (bendahara Umum PC Matan Pinrang dan Ketua PC IPNU Suppa), kedua oleh sahabat Reza dari HIPMIL dan terakhir sahabat Dedi Relawan Posasiq Pustaka. Ust. Abdurrahim Hadi (Sekertaris PC Matan Pinrang) yang bertindak sebagai Moderator berharap kepada sahabat PC Matan Pinrang, Sahabat HPMIL, Sahabat  PC IPNU dan IPPNU Suppa, Relawan Posasiq Pustaka serta Masyarakat setempat untuk tetap Istiqomah melaksanakan pembacaan Ratib Al-Aththas seraya mengharapkan berkah dari Mursyid dan ulama-ulama.