Maulid Tanda Cinta

Suatu ketika, saat Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ujung Lero, Pare-Pare, Syekh Sayyid Abd. Rahim Assegaf Puang Makka dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa hadir di acara maulid karena cinta kepada masyarakat Ujung Lero, sayang kepada sesama umat Muhammad SAW., dan menjadi hal pokok adalah sayang kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran sebagai Uswatun Hasanah contoh tauladan yang baik. olehnya itu siapapun kita presiden, menteri bupati, Camat, kepala desa, Ustadz Kyai, masyarakat biasa kalau dia sayang kepada Baginda Rasulullah SAW., kalau mengaku umatnya Beliau SAW. maka Ialah contoh yang paling utama di dalam kehidupan.

Seorang mukmin adalah saudara-saudara seiman baginda Rasulullah saw. yang telah mencontohkan kepada kita hubungan persaudaraan pada bingkai kemasyarakatan. Rasul dipinjami asma’ul husna “Rauf” dan “Rahim”. Ar-rahim adalah namanya Allah di dalam Asmaul Husna dan Allah SWT. tidak pernah meminjamkan nama-Nya kepada makhluk-Nya siapapun selain kepada Rasulullah SAW. Sedangkan Ar-Rauf artinya orang yang penyantun, jika ada umat Rasulullah SAW. tidak memiliki sifat Rauf dan Rahim, maka dia tidak termasuk mengikuti Uswatun Hasanahnya Rasulullah SAW.

Kondisi masyarakat Ujung Lero insya Allah termasuk orang yang baik-baik semua selama menghiasi diri dengan bersifat penyantun. Dan menganjurkan agar tidak mencontoh kampung  yang pelit sekali. Sifat Rahman Rahim  Allah swt. yang hidup tumbuh di tengah masyarakat, maka yang namanya Pak Kapolsek, Polisi, Dandim, Babinsa dan Ramil dan segala macamnya  tidak akan disibukkan lagi dengan berbagai kasus dan masalah, karena masyarakat dalam suasana sudah saling sayang menyayangi satu dengan yang lain. Umat Islam dituntut untuk membuktikan kepada umat lain bahwa umat yang punya Tuhan, umat yang penyayang.

Masyarakat bangsa Indonesia wajib menebarkan  kasih sayang, kasih sayang dimulai dari pribadi binafsik. Kamu menyayangi istrimu, istri menyayangi suaminya dengan kata-kata lembut. Keluar setiap pagi, siang, malam dengan kata-kata lembut, dari mulut suami istri, dan sebaliknya kata-kata lembut keluar dari istri ke suaminya. Inilah akhlak Rasulullah SAW. yang selalu kita peringati setiap tahun.

Perjalanan Puang Makka bersama dengan keluarga dan rombongan dikawal oleh kader MATAN. Sebelum mengisi tausiyah Puang Makka menziarahi penyebar Islam Desa Lero yaitu Habib Hasan bin Alwy bin Sahil, masyarakat memanggilnya dengan Puang Lero. Setelah Kegiatan Maulid, dilanjutkan dengan khatmil al-Qur’an dan pagelaran budaya “Sayyang Pattuqduq”.

Menurut Kepala Dusun Haris, S. Pd, tahun ini ada sekitar 30 ekor kuda hias dengan keahlian mengikuti alunan musik, sehingga tampak menari dengan sentakan kakinya, dan ditunggangi oleh seorang ahli dan anak yang khatam al-Qur’an. Maulid Akbar dan pagelaran budaya “Sayyang Pattuqduq” menjadi objek wisata tahunan masyarakat Pinrang dan warga diluar Pinrang khususnya suku Mandar di Sulawesi Barat. Setelah acara Maulid, dilanjutkan NGOFI di keadiaman Annangguru Abdurrahim Hadi, bersama dengan Sayyid Abdul Malik Assegaf Puang Ramma, yang juga dihadiri kader MATAN Sulawesi Barat dan PC. MATAN Parepare.

Penulis : Subhan
Editor : Ali Akbar