Bahayanya Bilang; “Ikut Thoriqoh Besok Saat Tua”

Jika mendengar istilah thoriqoh, tentu yang terlintas di pikiran adalah untuk kalangan tua, atau lebih kasarannya buat yang sudah bau tanah. Istilah thoriqoh adalah sebuah cara atau jalan menggapai kebahagiaan hakiki, yaitu dekat sang Maha Kuasa dengan melalui usaha batin, seperti melakukan amaliah dzikir, dsb. Thoriqoh tidak melulu untuk kalangan tua, justru di zaman yang semakin tidak karuan ini, thoriqoh sangat relevan untuk semua kalangan dalam rangka mencari ketenangan jiwa.

Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini banyak sekali orang-orang yang tidak merasakan kebahagiaan ataupun ketenangan jiwa, bahkan mirisnya mereka bukan berasal dari kalangan kaum miskin, namun justru dari kalangan orang-orang kaya, dengan segudang kekayaan yang melimpah, kedudukan yang tinggi. Kekayaan dunia yang mereka miliki seolah tidak ada gunanya. Mereka kehilangan kebahagiaan dan ketenangan jiwa, yang mereka rasakan hanyalah ketidak nyamanan dan ketidak tenangan.

Problem tersebut yang sekarang mulai banyak dirasakan oleh orang-orang kaya, sebenarnya hal tersebut diakibatkan kurangnya sisi spiritualitas yang masuk ke dalam hatinya. Mereka hanya memikirkan duniawi semata, namun lupa akan ukhrawi. Solusi tersebut bisa diatasi jika lebih meningkatkan spiritualitas dengan melakukan berbagai upaya yang bisa meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan, misal dengan masuk dunia thoriqoh, tentu ini akan bisa menjadi solusi tersebut.

Di sisi lain, thoriqoh dipandang kaum muda sebagai sebuah hambatan untuk merasakan kesenangan masa mudanya. Kaum muda berfikiran, jika bergabung ke dunia thoriqoh pada masa muda, mereka tidak akan bebas melakukan ini itu, tidak bisa kesana kemari, karena berfikir bakal disibukkan dengan amaliah dzikir kethoriqohan, melakukan dzikir banyak dan sebagainya. Hingga berfikir besok saja kalau sudah tua baru iku thoriqoh, sekarang bebas dulu. Banyak pikiran dari kaum muda seperti itu.

Dari banyaknya pandangan kaum muda seperti menandakan belum pahamnya pentingnya berthoriqoh mulai masa muda. Jika dilihat dari segi umur, kita tidak ada yang tahu umur berapa kita akan meninggal, iya kalau sampai tua, banyak kaum muda yang sudah meninggal. Kalau ikut thoriqoh menunggu tua, iya kalau sampai tua. Dikhawatirkan muda sudah meninggal. Oleh karena itu, sambil kita mempersiapkan bekal untuk kematian, alangkah baiknya kita persiapkan dari sekarang, dari usia muda. Kalaupun di usia muda sudah meninggal, insya Allah khusnul khotimah, sebab sudah ikut thoriqoh.

Dari segi yang lain, usia muda sangat rentan akan terjerumus ke dalam kemaksiatan, terlebih seperti zaman seperti sekarang ini. Jika kita tidak bisa pintar menjaga diri tentu akan membahayakan diri kita sendiri. Dengan ikut thoriqoh, atau minimal bergabung dengan organisasi MATAN, MATAN kepanjangan dari Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’atabaroh  An-Nahdliyyah. Dengan MATAN, tentu insya Allah akan bisa menjadi pegangan untuk mengeram melakukan kemaksiatan. Seandainya hendak melakukan kemaksiatan, teringat, ‘oh iya saya ikut thoriqoh, saya anak MATAN ’ atau bisa teringat guru mursyidnya, sehingga ketika teringat seperti tersebut, kita tidak jadi melakukan kemaksiatan. Bisa menjadi rem atau mengontrol diri agar tidak terjerumus melakukan kemaksiatan.

   Kemudian di sisi lain, jika kita sudah terjun ke thoriqoh, atau minimal bergabung dengan MATAN, tentu hal ini akan mendorong kita untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan, dan mendorong untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. jika kehidupan kita sudah dipenuhi dengan perbuatan baik seperti itu, pastinya kita tidak akan merasakan gersangnya spiritual, tidak merasakan ketidaktengan jiwa, yang ada justru akan membuat kehidupan kita dipenuhi dengan rasa kenyamanan dan rasa kebahagiaan.

Jika kehidupan sudah dipenuhi dengan kebaikan-kebaikan, dibuat untuk melakukan kebaikan, seperti janji Allah. Allah pasti akan memperhatikan kehidupan kita, kesukesan hidup akan mudah kita raih, rezeki akan dipermudah, semua urusan menjadi gampang, karir akan diberikan yang terbaik, dan tentunya ketenangan jiwa, kebahagiaan hakiki, kenyamanan dalam hidup akan terus mengelilingi kehidupan kita. Karena apa ? karena kita sudah mau memperhatikan dan mementingkan Allah, terlebih di usia muda yang itu menjadi sebuah kelangkaan, tentunya Allah akan membalas dengan diperhatikan pula kehidupan dan urusan duniawi maupun ukhrowi.
Wallahu ‘Alam.

Penulis : M. Alvin Jauhari
Editor : Alli Akbar