Maulana Al Habib Muhammad Luthfi dan Tarekat Tijani

Banyak yang meragukan ke-Muqoddaman Mawlana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam Tariqah Tijaniyyah, tapi ketika diajak bertabayyun dan sowan ke Abah tidak berkenan.

Asal kalian perlu ketahui, Abah sangat menentang seorang murid atau ikhwan merangkap-rangkap amalan Tariqah. Saya saksinya dan salah satunya yang dimarahi Abah karena mengamalkan Tariqah Shadhiliyyah sekaligus Naqshbandinyyah Haqqaniyyah Aliyyah Rabbaniyyah sekaligus Tijaniyyah. (Dulu nama fbku Shadhili Naqshabandi Tijani Tariqa).

Atas dawuh Abah, saya harus meninggalkan salah dua dan memegang hanya salah satu diantara tiga Tariqah tersebut. Atas pertimbangan Abah awalnya saya disuruh memegang Shadhiliyyah saja karena itu Tariqah pertama saya yang sudah saya amalkana sejak bujang. Tetapi karena saya punya nazar maka Abah mendaulat saya agar hanya dan hanya memegang Tariqah Tijaniyyah. Dan di tajdid lagi talqin Tijaniyyah saya oleh Abah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya secara pribadi.

Abah bercerita bahwa sejatinya beliau pun hanya mengamalkan satu Tariqah saja. Beliau ketika masih murid/ikhwan tidak merangkap-rangkap Tariqah. Bahkan Abah bercerita jika semua tariqah yang beliau pegang tidak ada satupun sejal awal sekali yang beliau minta. Maksudnya semua Tariqah itu pemberian tanpa Abah minta sejak awal mula sekali. Bagaimana mungkin Abah melarang murid dan ikhwan merangkap Tariqah tapi beliau sendiri merangkapnya? Tidak akan mungkin! Tariqah beliau hanya satu.

Dan itu kita tidak tahu, kita tidak tahu Qalbu dan Sirr beliau berlabuh di taman surga yang mana! Kita tidak tahu! Bukan ranah kita! Su’ul Adab kita sebagai murid/ikhwan mempertanyakan hal ini!

Ketika beliau “WUSHUL” beliau mendapat mandat dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam agar menjaga seluruh Tariqah sadat ‘Alawiyyin dari penyusupan dan kerusakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rawuh kepada para Mursyid besar agar memberikan izin ‘Amm dan Khos kepada Mawlana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Jadilah Abah diberi izin oleh banyak mursyid Tariqah. Termasuk izin ‘Amm dan Khos dalam Tariqah Tijaniyyah.

Kita ini murid, Ikhwan, bukan ranah kita mempertanyakan ke-Muqoddaman atau kelayakan beliau dalam mengemban mandat. Jika klian sudah bertemu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan Sayyidi Shaykh Ahmad Tijani radhiAllahu ‘anhu silahkan bertanya langsung kepada beliau berdua. Silahkan tanyakan kelyakan beliau menyandang semua Tariqah sedunia.

Tapi jika belum bisa bertemu Rasul dan Sayyidi Shaykh Ahmad Tijani maka jagalah hatimu dari meragukan pangkat beliau. Karena itu bisa merusak amal, bahkan menyakiti hati Sayyidi Shaykh.

Apakah kalian sanggup menggantikan beliau menyandang tugas memperbaiki NASAB dan SANAD seluruh sadat ‘Alawiyyin diseluruh dunia? Apakah kalian sanggup menggantikan beliau menjaga, melestarikan, mengembangkan, menyebarkan Tariqah ke seluruh dunia? Apakah kalian sanggup menggantikan beliau menjaga keutuhan bangsa dan negara dari rongrongan orang-orang yang ingin mengganti dasar negara Pancasila menjadi paham khilaf ah? Apakah kalian sanggup menggantikan beliau berdakwah kesana kemari sampai tidak ada waktu istirahat sedikitpun diusia senja 74 tahun DEMI UMAT? Apakah kalian sanggup menggantikan beliau harus menahan penyusupan paham-paham Wahabisme ke dalam ajaran Tasawwuf dan Tariqah?

Jika kalian sanggup silahkan gantikan beliau. Silahkan meminta mandat itu kepada Sayyidi Shaykh Ahmad ibn Muhammad at-Tijani dan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Tapi jika kalian tidak sangp, QIF!

oleh Ahmad Fajar indrianto