KH Zubair Salatiga

Sahabat Matan Jangan Lupakan Sejarah

Simbah KH ZUBAIR Salatiga, sang ulama ahli Falaq / ahli astronomi dunia. Kitab karangan beliau dijadikan rujukan para astronom di dunia hingga saat ini.

Dalam kertas asli catatan tulisan tangan beliau, yang ditemukan oleh Simbah Kyai Sumyani Aziz Tingkir Salatiga, menjelaskan bahwa se Kembali dari tanah Suci Makkah lalu Mbah Zubair ke Ngreksosari Suruh pada tanggal 9 Muharam 1354 H / 13 April 1935 M.

Simbah Kyai Zubair dalam catatan paling bawah di lembar catatan beliau menulis bahwa;

Beliau lahir hari Selasa Legi Tahun ZA, 19 Sya’ban 1326 H/16 September 1908 M.

Kelahiran istri, Kamis Kliwon 1 Rabiul Awwal 1334 H/ 6 Januari 1916 M.

Aqad nikah pada Malam Senin di Masjid Ngreksosari Suruh, yang meng Aqid kan Syaikhuna Al ‘allamah Hadlratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Tebu Ireng Jombang pada 12 Rabiul Tsani 1348 H/ 14 September 1929 M.

Yang berkenan hadir saat aqad nikah para ulama antara lain: KH Anwar Pacul Gowang, KH Ma’shum Seblak , KH Idris Cirebon, KH. Muhammad Jalil dan KH Muslih Kudus.

Lalu pada Hari Senin, para Kyai tadi pergi ke Semarang, untuk menghadiri Muktamar NU pertama kali di Semarang, yakni muktamar ke 4, yang sebelumnya telah dilaksanakan Muktamar di Surabaya.


Alhamdulillah.. dipertemukan Gusti Allah dengan mengenal sejarah ini.

Ulama yang maqbarah peristirahatan beliau di Belakang Masjid Kauman Salatiga.

Beliau adalah Rektor Pertama IAIN Walisongo Semarang, dimana Salatiga memiliki jurusan Tarbiyah pertama.

Wajar jika yang Aqid Nikahkan beliau adalah Hadlratusy Syaikh Simbah Kyai Hasyim Asy’ari, karena beliau termasuk salah satu santri kinasih. Terlebih maqbarah peristirahatan Kakek Mbah Hasyim Asy’ari, yakni Mbah Kyai Abdul Wahid berada di Tingkir Salatiga. Sekarang, maqbarah sedang tahap renovasi, dari anggaran perubahan Pemkot Salatiga.

Beliau pula yang bersama warga Nahdliyyin Nahdliyyat mewaqafkan tanah untuk SD AL AZHAR Salatiga. Di bawah yayasan PESANTREN LUHUR NAHDLATUL ULAMA Salatiga. (Alhamdulillah saya pernah membaca dokumen bahwa YAYASAN PESENTREN LUHUR SALATIGA dengan YAYASAN PESANTREN LUHUR NAHDLATUL ULAMA Salatiga adalah nama yang sama). Jika ingin membuktikan silahkan datang ke Kua Sidorejo Salatiga.

Beliau juga mendirikan pesantren dan tempat pendidikan bernama JOKO TINGKIR, di Cinderejo Tingkir, yang saat ini masih ada bukti bangunan yang diresmikan oleh Menteri Agama Alamsyah Ratu Prawiranegara.

Tiap Hari Amal Bakti Kementerian Agama, para pegawai biasa berbondong-bondong Ziarah ke Makam beliau, baik pegawai Kemenag Kota Salatiga maupun Kabupaten Semarang. Selain itu, tiap bulan-bulan ziarah kubur yang biasa dilaksanakan kaum Nahdliyyin (sekitar bulan Sya’ban/ruwah menghadapi bulan Ramadlan) kaum Nahdliyyin biasa berziarah ke Makam Mbah Kyai Zubair. Ini membuktikan dan menandakan bahwa Mbah Kyai Zubair, selain tokoh Kementerian Agama (DEPAG) juga Tokoh NU Salatiga.

Beliau pula yang dengan anugerah ilmunya bisa mendeteksi jatuhnya dahan kelapa, saat dan menghadapnya kemana dahan kelapa itu jatuh bisa dideteksi. ( Ini pernah saya kisahkan dulu di postingan saya, karena saya berjumpa langsung dengan santri Mbah Kyai Zubair, yakni Mbah Nuri dari Kemiri Salatiga, dimana Mbah Nuri pernah ditimbali Mbah Kyai Zubair untuk melihat saat kapan jatuhnya dahan kelapa dan bagaimana posisi jatuhnya di tanah).

Semoga kita bisa menauladani beliau, ilmu beliau mbarokahi buat kita.
Amin..