KH Drs Masroni Rawuh, Aula Pesantren Arrabithah Tidak Cukup Menampung Peserta

Matan.or.id – Sabtu 22 Februari 2020, Kegiatan suluk matan dalam sesi organisasi “Jatman dan Matan” dirawuhi oleh Majlis Ifta Jatman KH Drs Muhammad Masroni, Pengasuh Ponpes Sunan Gunung Jati Ba’alawy, Malon, Gunungpati, Semarang. Ratusan peserta yang hadir memenuhi aula Ponpes ArRabithah dan dengan khidmat mendengarkan dawuh serta arahan dari beliau.

MATAN yang membentuk adalah ulama’2 kasepuhan tarekat
(KH. Muhammad Masroni)

Kenapa harus dibentuk?
Cepat lambat akan terjadinya ilmu2 rasional semua dirasionalkan, pentingnya disertai ilmu spiritual dan keagamaan tidak boleh dipisahkan. (Spiritual untuk rohani, rasional untuk jasmani yg puncaknya adalah akal)

Hati adalah ukuran orang disebut baik atau jelek. Akal adalah ukuran orang disebut pintar dan bodoh. Diharapkan matan dapat menguatkan serta mensinergikan keduanya.

Semuanya yg ada didunia ini bisa kita rasakan semua adalah karena ada ruh..kita bisa menikmati hidup karena ada ruh, kalau jasad kita tidak ada ruh artinya kita mati dan kita tidak bisa menikmati hidup, dan lain sebagainya.

sampai kapan kita belajar ruh kita dan menempa ruh kita hingga menjadi suatu yg baik dan bermanfaat.

Hubungan JATMAN dan MATAN adalah ibarat Bapak dengan Anak.. jadi tidak dapat dipisahkan. Pentingnya menyiapkan generasi terutama generasi Jatman ya melalui MATAN.