Lebih Penting Mana Antara Tarekat dan Keluarga?

Assalamualaikum wr. wb.

Saya adalah pengikut Tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah (PP Suralaya, Tasikmalaya) yang ingin sekali mencapai cita-cita tasawuf yaitu makrifatullah menyeluruh, termasuk suluk (jalan ke arah kesempurnaan batin), zuhud dan memperbanyak zikir kepada Allah. Namun saya juga seorang ayah dua anak yang masih balita, sehingga sulit sekali mengatur waktu untuk kedua hal tersebut. Padahal dalam batin, saya tersiksa oleh kerinduan melihat Al-Haq, Allah SWT. Mohon kiranya Habib membantu memberikan jalan keluar sekaligus mendoakan saya agar Allah berkenan memakmurkan jasad, ruh, dan sirr (hal yang gaib dan tersembunyi) saya dalam ketaatan, mahabbah (kasih sayang), makrifat, dan musyahadah (penyaksian). Mudah-mudahan Allah membalas kebaikan Habib.

Wassalamualaikum wr. wb.

Waalaikum salam wr. wb.

Insya Allah akan saya doakan, dan saya mendukung apa yang menjadi cita-cita Anda. Tapi perlu diingat, kewajiban, harapan dan dambaan anda bukanlah untuk pribadi saja. Anda dan istri Anda adalah harapan dan kebanggaan di dunia sampai akhirat nanti.

Beruntunglah seorang bapak atau kedua orang tua yang bisa mencetak putra-putrinya menjadi generasi yang utama, baik bagi umat Islam khususnya maupun bangsa pada umumnya. Sehingga mereka tidak akan memalukan kedua orang tuanya di hadapan Allah SWT.

Dari itu, saya kira, merupakan harapan semua orang. Namun, tanpa didukung sarana yang berbentuk materi, mungkin keinginan Anda akan sedikit tersendat. Sebab, sarana itu pula yang akan menjadi sebab peningkatan diri kepada Allah SWT, walaupun tidak harus terfokus ke sana. Seperti ketika kita ingin berhaji, atau membayar zakat, hal tersebut tentu tidak terlepas dari urusan dunia.

Maka dalam menempuh dan menggapai cita-cita, pelihara dan pupuklah niat yang baik itu di dalam hati Anda, jangan sampai niat yang baik itu tercampuri emosi atau nafsu, dukunglah niat iut dengan pancaran kecintaan kita kepada Allah dan Rasulullah SAW, dan angkatlah sesuai dengan kemampuan kita, dari mana harus memulai, jangan membebani dan memberatkan diri sendiri sebelum waktu kemampuan itu ada.