Screening Pra-Suluk MATAN oleh Habib Puang Makka

Suluk berarti menempuh jalan spiritual untuk menuju Allah Swt. Mendekatkan diri, hati, cinta kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw. Meskipun masing-masing thariqah memiliki perbedaan dalam melaksanakan Suluk.

Khusus di MATAN istilah suluk diartikan pengkaderan sebagai proses pengisian spiritual bagi peserta yang mengikuti suluk yang output-nya agar mereka benar-benar menjadi khalifah.

Khalifah bagi manusia harus memenuhi dua unsur; pertama jasmani/jasad/basyar, panca indra terdiri atas akal dan nalar dan kedua ihsan/wilayah rasa/Az zauq, penajaman hati dan qalbu.

Seperti keberadaan Allah Swt dalam melaksanakan shalat hanya bisa dilakukan dengan rasa, bukan gerakan, ucapan atau perkataan. Pelaksanaanya harus melalui keseimbangan pikiran dan hati.

“Persoalan gerakan dan bacaan dalam shalat, anak kecilpun banyak yang bisa mengalahkan orang dewasa dalam pelaksanaannya seperti dalam bacaan Al Quran dan tajwidnya,” demikian yang disampaikan Habib Puang Makka.

Lalu beliau melanjutkan, “bahwa di era ini pengenalan diri melalui proses suluk menjadi penting apalagi karena semakin banyak peradaban yang muncul mengakibatkan silaturahmi semakin kering.”

“Seperti radio, televisi dan handphone siap atau tidak, kita akan diperhadapkan pada masalah tersebut dan harus kita lawan. Hanya dengan penuntun hati (Murabbi) dan kekuatan hati (wilayah tasawuf).”

“Demikian pula masalah alam semesta dan isinya ini yang tidak kita sadari, membuat kita syirik, akan memuncul ketakutan selain dari kekuatan Allah SWT. Seperti BMKG prakiraan cuaca. Semuanya tidak akan terjadi atas Izin Allah Swt.” tutup Habib Puang Makka.

Menghindari ketakutan yang diistilahkan sekarang kegalauan yang dahsyat solusinya hanya satu, yakni berthariqah dan di suluk MATAN memproses pesertanya untuk terbimbing melalui thariqah al mu’tabarah.

Kontributor: Dr. K. M. Mahmud Suyuti
www.jatman.or.id