MATAN Purwakarta Bermusyawarah, Meneguhkan Jatidiri MATAN

Matan.or.id _ Kamis (30/1/2020), Pengurus Matan cabang Purwakarta menggelar musyawarah kerja. Musyawarah ini menghasilkan Program-program yang menjadi acuan atau agenda untuk satu periode penuh.

Bertempat di Pondok Pesantren Al Muhajirin 3 Citapen Purwakarta, acara dimulai dari pembukaan dan sambutan-sambutan. Turut dihadiri ketua tanfidziyah NU Purwakarta, rois dan mudir syu’biyah JATMAN Purwakarta, perwakilan Polres, dan banom-banom Nahdlatu Ulama.

Sesuai dengan pandangan para tokoh terkait peran dan arah gerak organisasi kepemudaan di bawah naungan JATMAN sebagai badan otonom NU, MATAN diminta untuk terus dapat aktif di kalangan pemuda, santri dan mahasiswa. Ketua PC MATAN purwakarta Dr. H. Srie Muldrianto, M.Pd mengungkapkan, “MATAN sebagai sebuah organisasi yang berbasis Islam baik besar maupun kecil biasanya bergerak pada tiga gerakan yaitu gerakan pemikiran, gerakan spiritual, dan gerakan sosial. Sejatinya gerakan sosial dilandasi oleh sebuah konsep yang jelas dan terpetakan. Landasan gerakan sosial adalah rasionalitas dan spiritualitas. Oleh karena itu menurutnya Islam masa depan adalah Islam yang memiliki jati diri yang rasional, spiritual dan melakukan amal sosial (khoerunnas anfauhum linnas).”

“Sebagaimana tujuan dibentuknya MATAN; 1) mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, 2) Mmmbendung laju dan tumbuh suburnya gerakan ekstrimisme dan latenisme di lingkungan perguruan tinggi Indonesia, 3) melestarikan faham Islam Ala Ahlussunnah wal Jama‟ah yang berbasis pada Islam moderat, toleran dan inklusif di lingkungan mahasiswa, dan 4) menyeimbangkan aspek spiritual dan intelektual di kalangan mahasiswa serta meningkatkan inklusivitas berfikir, keselarasan dalam bertindak dan kedalaman spiritual dalam jiwa kepemudaan untuk membangun bangsa, memperteguh sifat nasionalisme, serta ikut menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI,” tambahnya sambil mengulas tujuan berdirinya organisasi tersebut.

Sekretaris PC MATAN Purwakarta, Dani Wahyudin pada kesempatan tersebut memaparkan tentang program yang akan dijalankan. “musyawarah kerja kami menghasilkan program-program yang menautkan dengan tujuan berdirinya MATAN, dengan matang kami memperhatikannya agar tidak keluar jalur,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan program-program yang telah dimusyawarhkan. “Berkenaan dengan pengembangan dan penguatan intelektualitas akan menjalin kerjasama dengan IPNU serta lembaga otonom NU lainnya untuk mengadakan training mantik dan filsafat berbasis spiritualitas, mengadakan Suluk MATAN, pelatihan di bidang enterpreneurship, mengembangkan dan memasyarakatkan tasawuf di kalangan muda baik santri, profesional maupun mahasiswa, mengadakan sosialisasi tentang pencegahan paham radikalisme, dan melakukan diskusi dan dialog interaktif bagi generasi muda,” pungkasnya.