Pesan-Pesan dari Mursyid Syathoriyah

Matan.or.id _ Berikut pesan dari mursyid Syathoriyah yang bisa kita jadikan dasar pemahaman tasawuf, sebagai usaha dalam mengobati hati dan akal sehat,

Adakalanya manusia menemui kesulitan ataupun masalah bukan karena kesulitan/masalah itu sendiri. Akan tetapi di karenakan cara menyikapinya yang keliru. Dimana letak kelirunya ?

Ketidaknyamanan yang melanda hati seringkali di dasarkan pada prasangka-prasangka yang di bangun dari sebuah peristiwa yang terjadi. Ini yang pertama. Padahal prasangka-prasangka ini hanyalah sebuah penilaian yang belum di terjuni dan di buktikan kebenarannya. Ini akan menjadi mental block. Mental block adalah sebuah pertahanan untuk membenarkan pendapatnya sendiri, sehingga ini pun akan berpengaruh pada prilaku. Prilaku tersebut berupa dia hanya akan memilih teman, kelompok atau golongan yang membenarkan pendapatnya. Ini sudah menjadi masalah bagi dirinya, meski tidak disadari. Dan tentu akan menyulitkan dirinya sendiri, setidaknya dalam bersosialisasi.

Yang kedua, meskipun peristiwanya benar, kejadiannya benar, masalahnya pun juga benar terjadi, akan menyulitkan atau menjadi masalah saat pandangannya menjadi sempit. Makna sempit disini adalah seseorang menjadi introvert. Cenderung menjadi tertutup dan takut menjadi salah. Bahwa kesalahan yang pernah di buatnya membuat dirinya menjaga jarak dari segala hal karena dia takut untuk di salahkan.

Kedua hal tersebut, banyak terjadi di sekeliling dan lingkungan kita, atau bahkan terjadi pada diri kita sendiri. Itu adalah penyakit hati. Yang pertama, adalah orang yang merasa tidak pernah salah. Yang kedua, orang yang takut (mengulangi) kesalahan.

Kedua hal tersebut sebenarnya adalah hal yang sederhana, asal kita berpedoman bahwa kita harus terus memperbaiki diri.

Untuk masalah yang pertama, obatnya adalah BERANI MEMBUKA DIRI. Membuka diri disini berani dan mau menerima pendapat orang lain. Untuk masalah yang kedua, obatnya adalah BERANI MENGAKUI KESALAHAN. Berani mengakui kesalahan itu akan membuka pintu maaf dan melegakan hati. Segala beban hati akan terangkat.

Lantas, bagaimana jika orang berpandangan dan berprasangka yang tidak semestinya kepada kita, padahal kita melakukan suatu perbuatan yang tidak menyalahi apapun ?

Yang demikian tidak perlu untuk di risaukan sama sekali. Pandangan dan prasangka orang kepada kita, itu masalah mereka, bukan masalah kita. Tetap jalin silaturahmi dan jangan memutuskannya. Inilah tanda dan bukti orang yang hatinya kuat, teguh dan tegar.

Orang yang hatinya kuat itu orang yang meyakini perjumpaan dengan Tuhannya. Itulah dasar agama. Jadi orang yang beragama sebenarnya adalah orang yang menyulam dan menjahit hatinya dengan benang keyakinan. Sehingga dia tidak lagi takut dan gentar menghadapi apapun. innalloha Ma’ana

( Di sarikan dari apa yang di sampaikan oleh 2 Mursyid Syathariyah : KH. Nurwaji dan al Habib Umar Faishol Al Idrus )

Kontributor Mbah Jiwan (FA)