Tasawuf dan Tarekat; Paket Hadiah Alloh Ta’ala untuk Ummat Nabi Muhammad

Matan.or.id _ Tasawuf dan tarekat sering disalah pahami sebagai sebuah faham yang tidak memiliki dasar dan ajaran dari Al Qur’an dan Rosululloh, akibat dari pemahaman sementara masyarakat yang melihat perilaku pengamal tasawuf dan tarekat dari takaran kulit dan teks saja.

Adakah yang lebih penting di dunia ini selain mendapatkan ridho Alloh melalui ridho Rosululloh, ridho Guru dan ridho kedua orang Tua ?, pemahaman tasawuf dan pengamalan tarekat berfokus pada hal – hal yang menjadikan hidup dan pemahaman kita sarat nilai dan makna kemanfaatan.

acara pertemuan ulama tarekat sedunia

Tarekat

Tarekat merupakan instrument atau ‘cara laku’ dalam meniti perjalanan menuju Allâh Swt, begitu banyak tarekat muktabaroh yang sanad atau silsilahnya  menyambung dan sampai kepada Rasululloh Saw, hal ini menunjukkan betapa agung dan luasnya rahmat Alloh Ta’ala melalui diutusnya Sayyidul Wujud Nabi Agung Muhammad Saw, di Indonesia ada sekitar 40 lebih tarekat muktabaroh yang terjamin kualitas sanad dan pemahamannya sebagai bukti bahwa perbedaan merupakan perwujudan kongkrit daripada rahmat Alloh Ta’ala yang diberikan kepada Ummat Baginda Nabi.

Laku tarekat biasanya dipenuhi dengan ibadah – ibadah yang secara Fiqih bersifat hukum Sunnah, tentunya setelah diawal laku wajib syariat telah terpenuhi; puasa, dzikir, berilaturrahim kepada ulama dan auwliya’ baik yang masih hidup ataupun sudah beristirahat, qiyamul lail, tholabul ‘ilm (belajar ilmu) menjadi perilaku umum para pengamal tarekat.

Laku tarekat mengajarkan kepada Ummat Nabi tentang tujuan dan target hidup yang jelas dan proporsional sebagai hamba Alloh Ta’ala, sesuai dengan petunjuk dan perilaku yang dicontohkan oleh Nabi Agung Muhammad SAW.

Tasawuf

Fokus daripada ilmu tasawuf berada pada nilai – nilai penyucian dan kesehatan jiwa; metabolisme tubuh selalu menyisakan sisa – sisa kotoran yang jika tidak dibersihkan akan menganggu kesehatan, dalam pemahaman fiqih salah satu syarat sah sholat yaitu bersih dari najis dan suci dari hadast, tasawuf adalah ilmu tentang cara membersihkan jiwa dari kotoran hati akibat daripada metabolisme kejiwaan.

Beberapa penyakit hati yang dikenal didalam ilmu tasawuf diantaranya, takabur (merasa besar), riya’ dan sum’ah (pamer), ujub (sombong), ghibah, namimah (adu domba). Dalam ilmu tasawuf diajarkan tentang bagaimana cara untuk mengenali penyakit hati dan bagaimana mengobatinya.

Penyujian jiwa (tazkiyah an-nafs) merupakan ruh dari takwa, sementara takwa merupakan sebaik-baik bekal (dalam perjalanan menuju Allâh Swt.).

sehingga dikatakan oleh Imam Muhammad Zaki Ibrahim, pemimpin tharîqah sufi al-Asyirah alMuhammadiyyah di Mesir, bahwa “Tashawwuf adalah taqwa. Taqwa tidak hanya berarti “mengerjakan semua perintah Allâh Swt. dan meninggalkan semua larangan-Nya. Takwa juga meliputi “cinta, ikhlas, sabar, zuhud, qana‟ah, tawadhu‟, dan perilaku-perilaku batin lainnya yang masuk ke dalam kategori makarim al-akhlaq (akhlak yang mulia) atau al-akhlaq almahmudah (akhlak yang terpuji)”.

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila tasawuf juga sering didefinisikan sebagai akhlak, yaitu akhlak bergaul (ibadah) dengan Allâh Swt. dan akhlak bergaul dengan semua makhluk-Nya. Imam Muhammad ibn `Ali al-Kattani, sebagaimana dikutip oleh Imam al-Qusyairi dalam al-Risalahnya, menegaskan bahwa “tashawwuf adalah akhlak”. Imam Abu Nu‟aim al-Ishbahani juga mengutip definisi senada dalam kitabnya Hilyat al-Auliya‟ wa Thabaqât al-Ashfiya‟: “Tashawwuf adalah berakhlak dengan akhlak (orang-orang ) mulia.” (FA)