Sejarah Matan

Jauh sebelum kelahiran MATAN, pada tahun 2000 Rois Am Maulana Habib Luthfi sudah memiliki azzam kuat untuk mengenalkan tarekat kepada kalangan pemuda sekaligus mewadahinya dalam bentuk sebuah nidzommiyah organisasi yang kuat dan terstruktur, dan pada periode ke 3 kepemimpinan beliau sebagai Rois Amm JATMAN, keinginan yang sangat mulia ini diijabah oleh Alloh Ta’ala tepatnya pada Muktamar ke XI di Kabupaten Malang,  Jawa Timur.

Pengorganisasian pemuda yang berfokus pada pemahaman dan laku tasawuf ala tarekat ini bermula dari diskusi kecil pada sore hari tanggal 2 Agustus 2009 di halaman kediaman Maulana Al Habib Luthfi bin Ali Bin Yahya Pekalongan, antara Alloh Yarham Al Maghfurlah DR. KH. Hamdani Mu’in, M.Ag (Santri, Dosen, sekaligus Pengasuh Ponpes Kyai Ibrohim Kaliwungu) dengan KH. Dimyati Rois (Mustasyar PBNU sekaligus Pengasuh PP Al-Fadlu Kaliwungu ), bersama beberapa mahasiswa yaitu; Abdul Rosyid (Jombang), M.Mahfudz (Pati), Syariful Anam (Kudus), Asep Syaiful Zulfikar (Subang) , M.Ridlo (Salatiga) , Kholid Abdillah (Kendal), Alek Fauzan(Semarang), Nurul Mu’amar (Banten) , Dedi Rosadi (Indramayu) Ubaidillah (Cianjur), Riyadli Muhlisin (Kendal), Abdullah (Kendal) dan Muhammad Habaib (Purwakarta).

KH Dimyati Rois memberikan apresiasi dan dukungan atas visi pergerakan spiritualitas dan intelektualitas di kalangan mahasiswa yang diwacanakan sahabat – sahabat mahasiswa diatas, diskusi intensif pun berlanjut bersama Maulana Al Habib Luthfi, Rois ‘Am JATMAN di kediaman beliau, pada tanggal 2 Agustus malam tersebut.

Gagasan dan visi pergerakan mahasiswa tersebut disambut beliau dengan senyum dan dorongan semangat yang menggelorakan, Setelah mendengarkan dengan seksama dan penuh apresiasi atas paparan dari sahabat – sahabat tentang fenomena pergerakan mahasiswa yang cenderung mulai meninggalkan nilai – nilai aswaja annahdliyyah; dengan tegas dan dorongan yang kuat beliau Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dawuh : “Kita dirikan MATAN” !. ketika ditanyakan oleh KH Dr Hamdani Mu’in “Apa itu MATAN abah ?” , beliau menjawab “MATAN itu singkatan daripada Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah”.

Para tamu yang hadir dalam majlis tersebut bersama sahabat – sahabat pemuda yang dikomandani KH Dr Hamdani Mu’in mengamini untuk kemudian mengucapkan rasa syukur dan gembira atas tergagasnya pembentukan sebuah organisasi kepemudaan baru dengan nama “MATAN”, Organisasi pemuda yang memiliki perbedaan dengan organisasi yang lain dimana para pemuda tarekat ini selalu dalam pantauan dan bimbingan guru mursyid JATMAN.

Subhanallah, sungguh sangat mulia dan besar harapan beliau dari organisasi para pemuda tarekat ini, selanjutnya beliau memberikan arahan dan do’a kepada KH Dr Hamdani Mu’in dan beberapa sahabat mahasiswa yang bersamanya dengan mengijazahkan ayat Kursi dan mensarankan untuk ziyarah ke makam Auliya.

Ditengah suasana ta’dzim pisowanan tersebut, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya memberikan dawuh sekaligus harapan dan arahan beliau tentang tujuan organisasi kepemudaan ini  

Saya ingin lahir mursyid-mursyid dari organisasi MATAN !”.

Selanjutnya semenjak bulan Agustus 2009 di Pondok Pesantren Al-Ibrahimiyyah Kranggan III Kaliwungu Kendal Jawa Tengah, Dimulailah pergerakan awal sahabat – sahabat dengan merumuskan SOP – JUKNIS Organisasi, tentunya dengan selalu menyesuaikan dengan arahan dan dawuh dari Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, dimana setiap ada kesempatan, dalam satu minggu dua sampai tiga kali sahabat – sahabat diatas melaksanakan sowan sekaligus tawajuhan guna menyerap arahan dan dawuh Ro’is Amm Jatman untuk kemudian dirumuskan ke dalam peraturan organisasi, sebagai pijakan dan dasar arah gerak serta tujuan organisasi pemuda tarekat ini ke depan.

Dan diujung perjalanannya menjelang deklarasi, sahabat – sahabat diatas didawuhi oleh Masayikh JATMAN untuk mejadi panitia deklarasi lahirnya organisasi kepemudaan baru yang berfokus pada tashfiyatul qulub wa tazkiyyatunnufus ini.

Sesuai dengan arahan dan dawuh dari Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya sebagai Roís Am Jatman, deklarasi dilaksanakan bersamaan dengan Muktamar XI JATMAN di Pondok Pesantren Al-Munawariyyah Bululawang Malang Jawa Timur pada tanggal 10 – 14 Januari 2012 M / 16 – 20  Shafar 1433 H. Muktamar XI yang mensepakati lahirnya Sebuah Organisasi Pemuda sebagai Badan Lajnah Mustaqilah dari JATMAN.

Deklarasi berdirinya sebuah organisasi kepemudaan yang bertujuan memasyarakatkan tarekat guna mengisi dan berperan dalam kemerdekaan Indonesia tercinta ini, Oleh Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dideklarasikan pada saat penutupan Muktamar, organisasi yang oleh beliau diberi nama MATAN.

Ikhtiyar pendirian MATAN ini tidak dapat lepas daripada do’a para masyayikh, maka setelah deklarasi, sahabat-sahabat MATAN melaksanakan pisowanan kepada para ulama dan auliya’ baik yang masih hidup maupun sudah intaqola ilaa rofiqil a’la, diantara yang disowani untuk dimintai restu daripada berdirinya MATAN adalah Alloh Yarham Simbah KH. Sahal Mahfudz, KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) dan tentunya Alloh Yarham Simbah KH. Maemun Zubaer.

Masayikh yang aktif mendampingi dan mensupport dalam proses kelahiran MATAN adalah Drs. KH. Chabib Thoha, MA dan Drs. KH. Muhammad Masroni (Pengasuh ponpes Sunan Gunung Jati Ba’alawy Gunung Pati), Bapak KH Bambang Irawan (Solo), KH Busyroni, KH Dzikron Abdullah, KH Prof Abdul Hadi dan masih banyak Masayikh yang tidak bisa kami tuliskan disini, berkat barokah doa dan dukungan para beliau semuanyalah MATAN bisa berdiri dan di deklarasikan.

Pejabat pemerintah pada waktu itu yang mendukung pendirian organisasi MATAN ini diantaranya Mendiknas Prof. Muhammad Nuh, Menag H. Maftuh Basuni, Menhut MS Ka’ban dan Pangdam IV Diponegoro.

Demikianlah sekelumit cerita tentang digagasnya sebuah organisasi pemuda tarekat, Organisasi yang lahir dari diskusi sahabat – sahabat pemuda dan mahasiswa yang dikomandani KH Dr Hamdani Mu’in yang bersama sama sowan kepada Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dan KH. Dimyati Ro’is, MATAN lahir dari kegalauan dan kebingungan para pemuda dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman dan tantangan bangsa yang disambut dengan uluran bimbingan arahan serta doa dari para Masayikh NU.

Login
Loading...
Sign Up

New membership are not allowed.

Loading...