Serial Ababil & Israel

Seri Penutup

Kesimpulannya, gajah adalah orang yang sangat mencintai dunia dengan segala kerepotan pembelaannya. Burung adalah mahluk merdeka yang dengan sesuka hati mencari makna hidup akhirat. Gajah hanya bisa memandang burung sekelebatan saja, tanpa bisa menyentuhnya. Sedangkan burung mampu melihat dengan cermat kemana gajah berlari. Ia bahkan bisa menyentuh atau menyiksanya. Tentu dengan batu panas yang siap ia terjunkan ke tubuh gajah.

Ada benarnya anekdot yang menanyakan kenapa gajah tidak punya sayap ? sebab bila punya sayap , ketika terbang dan hinggap diatas atap, pasti ambruk deh rumah kita. Terus apakah kita mau jadi gajah terbang atau total menjadi Ababil ? terserah monggo kerso….

Sudah terlalu banyak gajah terbang berkeliaran di negeri ini. Sudah banyak sekali rumah saudara sendiri yang ambruk akibat injakannya. Tak lain karena sebenarnya ingin jadi burung, tetapi tak bisa meninggalkan tabiat mengisi perut yang bikin berat tubuhnya. Naasnya isi perutnya ya tetep itu -itu saja. Kekuasaan, jaringan ekonomi, ashabiah, kasta modern yang berupa keheranan produk tehnologi dan berhala bendera yang kesemuanya mensifati langkah gajah. Hentakan penguatan penguasaan materi bumi.

Akhirnya kita tak pernah bisa mengusir penjajah dari tanah suci. Sebab kita sendiri masih begitu senang terjajah oleh kandungan – kandungan tanah yang kita anggap suci……masih senang menjadi gajah yang ingin terlihat hebat….

Ketakutan saya pribadi, jangan – jangan kita ini memang secara tak sadar malah melangkah mengkader diri menjadi pasukan gajah yang suatu saat siap menggugat rumah Allah….wallahua’lam

Wa ba’du, tulisan ini sekedar perenungan diri, jauh dari kemampuan ahli tafsir. Hanya sebuah pemetaan posisi diri di tengah lautan milyaran manusia. Belajar tahu diri kenapa saya sebagai bagian muslim kok selalu tertindas, suka bertengkar dengan sesama, gemar berdebat tentang wairsan pemikiran masa lalu, dan mudah mencurigai sesama. 

Coretan ini terilhami dari cerita sahabat tentang pasukan Garuda yang ngenes nelangsa di Lebanon. Ketika kendaraannya tersesat jalan dan memasuki wilayah Israel, ia diperingatkan dengan baik-baik melalui radio komunikasi ” Permisi tentara indonesia, anda memasuki wilayah kami. Mohon segera keluar. Kami akan memandu anda step by step keluar area ini. Mohon dipatuhi. Good Luck !

Tapi cerita berlainan ketika pasukan Garuda lagi istirahat nyantai bermain bola. Lagi asyiknya main bola, eeh…bola itu nyasar ke pekarangan rumah warga. Apa yang terjadi ? orang itu menghardik dengan ucapan-ucapan yang sangat kasar. 

Tentara itu sedih…” kenapa yang kubela malah seperti ini …? “

Mungkinkah kita juga sering bersikap demikian ketika bola pemikiran penjaga perdamaian memasuki wilayah pekarangan otak kita ?……

Login
Loading...
Sign Up

New membership are not allowed.

Loading...